Sejak ditunjuknya ia sebagai raja, Jihoon telah bertekad tak akan seperti ayahnya atau pemimpin terdahulu ketika memimpin. Tak ada yang berhak mengaturnya kecuali rakyatnya sendiri, sekalipun itu para bangsawan.
Immortal Kingdom Series III
Become A...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebagai kaum manusia murni sejak lahir, Yedam, Jeongwoo dan Junghwan jelas membutuhkan istirahat yang cukup. Perjalanan mereka mulai dari menuju kediaman Nyonya Amber yang dilajutkan pergi ke dunia immortal dan langsung menuju istana di mana Mashiho tinggal tanpa ada waktu untuk istirahat. Di tempat Mashiho pun hanya singgah sementara karena setelahnya mereka dapat perintah agar segera pergi ke Istana Rimson yang memakan waktu cukup lama lagi. Bisa dibilang, satu hari lebih dihabiskan hanya untuk perjalanan.
Itu sebabnya, setelah pertemuan antara Tim Treasure tengah malam tadi dengan anggota yang tak lagi lengkap, ketiganya memutuskan untuk istirahat penuh. Pertemuan dengan Tim Eques baru akan diadakan lusa, jadi mereka bisa memulihkan energi lebih dulu.
Yang kini ada di istana hanya para penjaga kiriman Jihoon dan Hyunsuk, serta Mashiho dan Doyoung yang ditugaskan untuk menjaga mereka di sini. Tuan Steven sedang tidak di istana karena ada keperluan yang urusan penting dan rahasia bersama Hyunsuk mengingat untuk beberapa waktu kedepan Istana Rimson yang masih berada dalam tanggung jawab mereka akan digunakan sementara dengan diam-diam. Yang lainnya sibuk dengan urusan keistanaan dan kepemimpinan, termasuk Haruto yang sejak Yedam terbangun tidak terlihat ada di atas ranjangnya.
Ia menoleh ke arah kanan ranjangnya, ada Jeongwoo dan Jungwan yang masih pulas tertidur di ranjang mereka masing-masing. Keempatnya sengaja memilih tempat tidur di satu ruangan yang sama agar lebih praktis dan aman.
Ia berjalan menuju jendela ruang kamar mereka yang langsung menampilkan pemandangan hutan lebat dan lautan di kejauhan. Yedam baru menyadari ternyata hari akan segera berganti menjadi gelap. Itu berarti mereka sudah tidur cukup lama.
"Jeongwoo, Junghwan, bangun!" Tidak ada sahutan saat ia berbalik dan membangunkan mereka dari dekat jedela.
Mau tak mau ia mendekat ke arah ranjang keduanya. Aksi brutal ia lakukan untuk membangunkan keduanya, mulai dari menarik selimut dengan paksa, menyalakan lampu utama yang super terang, sampai memukul-mukul bagian tubuh mereka tanpa perasaan.
Dan usahanya berhasil. Jeongwoo langsung mendudukkan tubuhnya yang semula berbaring tak lama setelah matanya terbuka, lain dengan Jungwan yang sibuk meregangkan badannya dengan suara seraknya yang menggelegar.
"Berisik lu!" Jeongwoo melirik sinis dengan mata sipitnya yang masih mengantuk.
"Bangun, udah mau malem." Setelah mengatakan itu, Yedam berjalan menuju pintu kamar dan keluar. Namun sebelum ia menutup pintu, wajahnya menyembul dari sela pintu yang terbuka sedikit, "langsung turun ke bawah, gue males bangunin lagi. Jauh!"