06

6.1K 535 8
                                        

Jennie memainkan gelasnya, manik  gadis itu terlihat berkaca kaca ketika mengingat kejadian 4 tahun lalu itu.

Ia terusir dari keluarga dan rumahnya, setelah tetap mempertahankan keputusannya dengan menolak pertunangan tersebut.

Jennie ingat, pertama kali keluar dari mansion ia tidak diperbolehkan membawa apapun. Selain sejumlah uang yang diberikan padanya juga tas besar berisikan pakaian.

Ia sempat kebingungan akan tinggal dimana, kemudian memutuskan untuk tinggal dirumah temannya. Seminggu disana, Jennie mulai menimang untuk mencari pekerjaan. Agar ia bisa mencari tempat tinggal sendiri, tetapi Eunseo mendatanginya.

Dia mengatakan bahwa gadis manja seperti Jennie tidak akan bertahan lama pergi dari rumah.

Jennie mulai goyah. Ia menangis dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Daegu. Jennie tidak ingin disepelekan oleh siapapun, ia akan berusaha agar bisa menanggung resiko atas keputusannya sendiri.

Membeli tiket sekali perjalanan menuju Seoul, Ia meninggalkan segalanya. Bahkan namanya ia ganti menjadi hanya Jennie Kim, bukan lagi Ruby Jane.

Tentu bukan hal mudah untuk mencapai karirnya saat ini. Jennie perlu usaha keras, selain sempat bekerja sebagai pelayan toko bunga ia juga sempat menjadi pelayan sebuah restoran. Banyak kesakitan yang telah ia lewati sendiri selama 4 tahun ini.

Semua itu sedikit banyak mengubah sikapnya. Tidak ada lagi Ruby dengan tatapan polos dan kekanakan. Yang ada kini hanya Jennie, si sexy dengan tatapan menggoda yang dikenal banyak orang melalui sorot kamera photoshoot.

"Kau sudah cukup mabuk, Jen." Taehyung yang baru saja tiba di club itu menghentikan gelas yang akan segera diminum Jennie.

Jennie menatapnya dengan sayu. Gadis itu tersenyum dan memeluk Taehyung "Hey, kau disini Tae?"

Taehyung menghela nafas panjang. Ia mengusap punggung terbuka Jennie "Aku datang untuk menjemputmu, ayo kita pulang." ujarnya yang diangguki Jennie.

Alkohol yang diminumnya cukup banyak malam ini. Tetapi belum bisa sepenuhnya menghilangkan segala keresahan yang dirasakan gadis itu.

"Tae, kenapa wanita brengsek itu kembali hadir dalam hidupku? Kenapa dia harus menggangguku lagi?" Racau Jennie membuat Taehyung menatapnya sekilas.

"Wanita? Siapa yang kau maksud, baby?"

Jennie mengeratkan tangannya pada leher Taehyung, yang tengah menggendong secara bridal style menuju keluar club.

"Dia... wanita yang ... merusak hidupku itu..."

Jennie cegukan disela kalimatnya. Taehyung membuka pintu mobilnya, kemudian pria itu mendudukkan Jennie dikursi mobilnya.

"Kita akan membahasnya ketika kau sudah sadar nanti ya, Baby." Taehyung mengelus rambut gadis itu dengan sayang. Ia juga mengecup dahi Jennie dengan lembut.

Taehyung dihubungi Irene tadi. Wanita itu memberitahunya secara singkat tentang apa yang menjadi masalah Jennie akhir akhir ini. Irene juga mengatakan Jennie berada di club, ia hanya izin sebentar tapi sudah hampir 4 jam gadis itu belum kembali.

Irene yang cemas, memintanya untuk mencari Jennie. Beruntung, Taehyung menemukan gadisnya itu di club biasa yang sering Jennie datangi.

Taehyung menutup pintu penumpang, ia kemudian berjalan memutar dan duduk dikursi kemudi. Pria itu lantas menyalakan mobilnya dan melajukan benda itu menuju apartemen miliknya.

***

Lisa memperhatikan segala tindakan Taehyung dari lantai dua, club tersebut. Wanita itu memasukkan tangannya kedalam saku celana bahannya, kemudian kembali kemejanya.

Destiny Good or Bad?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang