Jennie tertawa ketika melihat semua berita berita itu. Ia menoleh kearah Lisa sekilas. Gadis itu memang masih dimansion milik Lisa. Keduanya sedang berada dihalaman samping mansion.
"Kau berharap aku mempercayai semua berita bohong macam itu?" Dengusnya membuat manik Lisa menajam.
"Jangan terus menutup mata soal keburukan kekasihmu, Ruby! Hentikan, kau akan---"
"Keburukan? Eldest Young Master Brüschweiler, semua berita itu bohong! Taehyung mencintaiku! Kami akan segera menikah setelah merayakan pertunangan secara resmi!"
Lisa menghela nafas panjang. Ia menatap gadis didepannya dengan dalam "Taehyung memang akan menikah, tetapi bukan denganmu Love. Melainkan dengan Choi Tzuyu, wanita yang kini mengandung calon anaknya!"
Jennie termenung. Tawa yang tadi menguar perlahan terkikis menyisakan raut bingung dan manik berkaca kaca. Perkataan terakhir Lisa terputar dikepalanya.
Calon anak Taehyung, pria yang begitu dicintainya ada dikandungan perempuan lain.
Calon anak yang dulu pernah ia dan Taehyung bayangkan.
Tidak! itu pasti tidak mungkin.
Tes!
Hancur sudah pertahan Jennie. Sebagaimana ia menolak percaya dan menyangkal semua berita itu, bagaimana jika ternyata semuanya benar?
Bagaimana jika Taehyung memang berselingkuh dengan wanita lain hingga ia hamil?
Dengan gemetar Jennie mencoba menekan nomor Taehyung. Ia perlu memastikannya langsung pada pria itu.
"Berhenti, Ruby. Dia tidak akan menjawab panggilanmu." Manik mata Jennie bersitatap dengan manik gelap Lisa yang kini berjongkok didepannya.
Wanita itu mengarahkan tangannya menghapus air mata Jennie dengan lembut "Lusa dia akan membuat sebuah konferensi pers, aku berjanji akan membantumu untuk bertemu dengannya."
Lisa kemudian menarik tubuh Jennie kearahnya. Jennie memejamkan mata, gadis itu membenci pelukan Lisa tetapi untuk sekarang hanya ada wanita itu yang menjadi sandarannya.
"Untuk sekarang, hentikan tangismu. Jangan membuang air mata berhargamu hanya untuk pria bajingan sepertinya." Melepaskan pelukan itu dan merangkum wajah Jennie dalam tangannya Lisa menambahkan.
"You deserve better, love."
***
Taehyung bersandar disamping pintu. Pria itu nampak menunduk dengan dua tangan terkepal. Kamar mewah yang biasa ia tempati ketika pulang kemansion utama kini menjadi tempatnya dikurung.
Semua jendela besar sudah dikunci, tidak ada celah baginya untuk keluar kamar selain dari pintu yang terkunci dengan akses dikuasai penuh ayahnya.
"Jennie-ah," Gumamnya berulang kali.
Semua berita itu kini pasti sudah sampai pada Jennie. Entah seberapa hancurnya gadis itu setelah mendengar hasil perbuatan nafsu sesaatnya.
Meski kemungkinan sangat kecil Jennie tidak mempercayai berita itu, Taehyung tetap berharap suatu keajaiban ada.
"Tae," Suara Tzuyu terdengar dari balik pintu.
Taehyung mengepalkan tangannya. Tanpa aba aba pria itu memukulkan kepalan tangannya kearah pintu. Suaranya begitu keras, hingga membuat Tzuyu tersentak.
"Pergi dari sini, Jalang! Aku bersumpah akan membalas semua perbuatanmu padaku, Tzuyu!"
Tzuyu terkekeh sinis dari balik pintu. Wanita itu bersidekap dengan angkuh "Jika kau lupa, kau yang memaksaku untuk terus menerus memuaskan nafsu besarmu itu Taehyung!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny Good or Bad?
Fanfiction[Beberapa part harus di privat, follow baru bisa membuka dan membacanya!] ⚠️Warning 17+, Be wise in reading stories!⚠️ Jennie terkejut ketika mendapati dirinya terbaring bersama dengan seorang wanita. Wanita yang dihindarinya selama 4 tahun belakang...
