Jennie bersiap menuju pemotretannya sore ini. Pemotretan untuk salah satu brand pakaian dalam terkenal.
Jennie senang tiap kali menjalani pemotretan dengan brand tersebut, ia benar benar merasa bangga akan tubuhnya nampak begitu sexy dan indah.
"Jen, pihak brand mereka tiba tiba menarik sesi pemotretan hanya menjadi satu set hari ini." Irene yang baru saja kembali usai menerima panggilan berdiri disamping Jennie.
Jennie menoleh cepat "Hanya satu?! Tetapi kenapa ditarik, apa aku melakukan kesalahan di pemotretan sebelumnya?"
Irene mengangkat bahunya "Entahlah, aku tidak menerima komplain apapun dari mereka sebelumnya. Pemberitahuan ini juga hanya diberitahukan tanpa menjelaskan lebih lanjut,"
Jennie tampak berpikir. Gadis itu kemudian berjalan memasuki area pemotretan.
"Hai, semuanya." Sapa Jennie begitu tiba disana.
Beberapa crew menjawab sapaannya. Beberapa model yang hadir juga ikut menjawab dan menyapanya.
"Kau juga pemotretan hari ini, Suzy."
Bae Suzy, teman Jennie selama didunia modeling itu mengangguk. Ia terlihat menyimpan ponselnya dimeja. Sedangkan rambutnya sedang ditata seorang penata rias.
"Hanya dua set, Jen. Dan kau?"
"Satu set, seharusnya 4 tetapi mereka tiba tiba menariknya." Jelas Jennie membuat Suzy membulatkan matanya.
"Oh god, sebanyak itu?! Aku iri sekali denganmu," Dengus Suzy disambut tawa kecil Jennie.
"Tapi kini bahkan dibawahmu, Suzy."
"Tetap saja, sebelumnya kau ditawari banyak. Aku selalu dua set, huh tidak tau apa yang kurang ditubuh ku ini." Ujar Suzy membuat Jennie menggelengkan kepalanya.
Ia kemudian dirias seorang wanita. Dan ditata rambutnya menjadi kuncir kuda. Seorang penata busana kemudian memintanya berganti, dengan satu set pakaian dalam berwarna putih dengan garis hitam dan nama brand terpampang disana.
Suzy melakukan pemotretan lebih dulu. Kemudian Jennie, dan mereka berpose bersama.
"One, two, okay, nice. Jen, look at camera, yea like that." Photografer itu memotret beberapa kali.
Jennie terus berekspresi dan berpose, hingga akhirnya pemotretan selesai. Gadis itu berganti pakaian, dan menatap Suzy yang masih melakukan pemotretan untuk set kedua.
"Sudahlah Jen, kita pulang. Ayo," Jennie menganggukkan kepalanya.
Gadis itu mengikuti managernya yang telah berjalan lebih dulu. Ketika dilift, tanpa sengaja Jennie melihat seorang wanita. Wanita itu Jisoo, dahi Jennie mengernyit samar.
Ia kemudian berdecak keras dan mengepalkan tangannya. Tiba di lantai bawah, Jennie menatap sekilas kearah Irene.
"Kau pulang sendiri, aku memiliki suatu urusan." Ujarnya cepat tanpa menunggu respon Irene, Jennie bergegas menuju mobilnya dan menuju suatu tempat.
***
Brüschweiler Corp, dilobby terluar gedung tinggi itu Jennie berada. Gadis itu melangkah masuk dan menuju meja resepsionis.
Seorang wanita menyambutnya. Tatapannya tampaknya menyipit. Kemudian berseru sedikit antuasias.
"Oh yaampun, kau model itu kan?! Jennie Kim, model utama brand perhiasan yang aku sukai!"
Jennie meringis pelan. Ia melihat beberapa orang menatap kearahnya dengan pandangan berbeda beda. Sial, seharusnya Jennie lebih berhati hati. Ia takut setelah ini, rumor buruk akan tercipta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny Good or Bad?
Fanfic[Beberapa part harus di privat, follow baru bisa membuka dan membacanya!] ⚠️Warning 17+, Be wise in reading stories!⚠️ Jennie terkejut ketika mendapati dirinya terbaring bersama dengan seorang wanita. Wanita yang dihindarinya selama 4 tahun belakang...
