"Sandara Park,"
Yoorae melirik kearah Daewook. Tatapan sendunya terlihat. Wanita paruh baya itu ingat, saat kejadian kecelakaan dulu ia begitu membenci Dara. Karna wanita itu penyebab dari kehilangan calon bayi perempuannya.
Tetapi seiring berjalannya waktu, kebencian kian terkikis ketika mengetahui kisah dibalik penculikan dan pemerkosaan yang dialami Dara.
Wanita malang itu mengalami depresi berat. Ia kerap kali mencoba untuk melukai kandungannya. Berkali kali, Jiwoon menenangkan dan membujuknya agar segera melupakan semua kejadian itu. Tetapi, baik Jiwoon ataupun dokter dan lainnya tidak sepenuhnya berhasil.
Diusia kandungan Dara yang memasuki bulan kedelapan, ia berhasil melukai kandungannya dengan sengaja. Kondisi kritis kembali terjadi. Dokter menyarankan agar bayi dalam kandungan Dara segera dikeluarkan.
Dimalam itu, untuk pertama kalinya Yoorae melihat seorang malaikat kecil yang tampak rapuh dalam gendongan seorang suster.
Bayi mungil Dara berhasil diselamatkan, tetapi harus melalui masa inkubasi selama beberapa waktu. Sayangnya, Dara mengalami masa kritis berkepanjangan.
Hingga akhirnya, ia meninggal dunia.
Jiwoon begitu terpukul dengan semua peristiwa tersebut. Selama seminggu ia berkabung, sebelum akhirnya menemui Yoorae dengan membawa bayi Dara.
Yoorae merasa iba. Dan ketika menggendong bayi mungil itu dalam pelukannya, ia merasakan perasaan kasih sayang dalam hatinya. Dengan meminta izin Jiwoon dan keluarga Dara akhirnya Yoorae mengadopsi Jennie kecil.
Hak asuh sepenuhnya diserahkan pada Yoorae dan Daewook. Jennie tidak pernah tahu mengenai semua ini, karna baik keluarga Jiwoon, Yoorae ataupun suami mereka sepakat untuk menutup kisah kelam Dara dari putrinya.
Yoorae mengerjapkan mata ketika Daewook menyentuh pundaknya dengan rangkulan mesra. Pasangan paruh baya itu sama sama menatap kearah depan.
Yoorae menghela nafas panjang, menyandarkan kepalanya pada pundak Daewook ia kemudian bertanya dengan pelan.
"Dengan membaiknya hubungan kita dan Ruby belakangan ini, membuatku ragu untuk memberitahukan soal Dara pada Ruby, Daewook-ah."
Daewook mengangguk pelan. Pria paruh baya itu menutup matanya sekilas "Tetapi sampai kapan kita akan terus menutupi soal identitas aslinya sayang?"
"Bukankah akan lebih buruk jika Ruby mengetahuinya dari orang lain lebih dulu daripada dari keluarganya sendiri?"
Ketakutan yang dirasakan Yoorae juga dirasakan Daewook. Terlebih setelah ia membuka segala akses tentang Jennie Ruby Jane Kim, berbagai pihak menyoroti berita tersebut.
Daewook seorang pengusaha sukses, ia cukup memiliki banyak rival. Bukan tidak mungkin, sedikit celah seperti tentang rahasia Dara bisa dijadikan bahan untuk menghancurkan kembali keluarganya.
_________
"Love, sudah selesai?"
Di Seoul, Lisa tengah menunggu Jennie selesai mengenakan mantelnya. Keduanya tengah bersiap untuk menuju Daegu. Seminggu menjelang pernikahan mereka, kesibukan baru saja sedikit selesai.
"Ayo, kau cerewet sekali terus bertanya sejak tadi!"
Jennie yang selesai mengenakan mantelnya, berjalan keluar dari kamar menuju pintu. Raut kesal kentara terlihat diwajahnya.
Lisa memperhatikan, kedua tangan wanita itu terlipat didada. Kemudian siulannya terdengar ketika melihat pinggul dan bokong istrinya itu melenggok didepannya.
"Kau terlihat semakin sexy, baby."
Jennie mendelik sinis. Wanita itu menyipitkan mata dan menyorot dengan tajam "Kau! Simpan pikiran mesummu itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny Good or Bad?
Fanfiction[Beberapa part harus di privat, follow baru bisa membuka dan membacanya!] ⚠️Warning 17+, Be wise in reading stories!⚠️ Jennie terkejut ketika mendapati dirinya terbaring bersama dengan seorang wanita. Wanita yang dihindarinya selama 4 tahun belakang...
