3. Menjalankan Misi

60 17 0
                                        

💫 💦 💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫 💦 💫

Rintikan air hujan yang sempat reda kini kembali mengguyur Bumi. Berbanding terbalik dengan siang tadi, hujan yang turun malam ini jauh lebih deras.

"Nek, dia masih belum bangun juga?"

"Setelah ngelakuin kesalahan tadi, kamu malah nanyain itu?" Wanita tua tersebut berdecak beberapa kali. "Serius ... kamu cucu Nenek bukan, sih, Jae?"

Jung Jaehyun, lelaki dengan hoodie berwarna biru gelap itu berjalan ke arah neneknya, seraya melepas hoodie dari tubuh, hingga menyisakan kaos berwarna hitam.

"Dokter bilang, lukanya ga parah. Tapi kenapa sampai sekarang dia masih belum bangun juga?" gumam Jaehyun. Ia meletakkan hoodie biru gelap tersebut ke sandaran kursi yang saat ini diduduki oleh Nenek, lalu mengambil saputangan yang sedang dipegang oleh sang Nenek. "Sini, Nek. Biar Jaehyun aja yang bersihin—maksud Jaehyun, yang bantu lap keringatnya," ucap Jaehyun. Ia kemudian membantu Nenek berdiri dari duduknya.

"Nenek mau buatin bubur dulu untuk Jiho. Kamu tetap di sini. Kalau Jiho bangun atau ada apa-apa, langsung kasih tau Nenek. Paham?"

Jaehyun mengangguk cepat lalu membukakan pintu kamar untuk Nenek.

"Pintunya jangan ditutup. Biarin terbuka," ucap Nenek.

Jaehyun terdiam sebentar. Sesaat kemudian lelaki itu mendengus. "Ya ampun, Nek ... Jaehyun ini cucunya Nenek, loh. Bisa-bisanya berburuk sangka sama cucu Nenek sendiri?" sungut Jaehyun.

"Bahkan kalau kamu cucu perdana menteri sekalipun, Nenek sama sekali ga peduli," balas Nenek, dan segera beranjak meninggalkan Jaehyun yang awalnya hendak memprotes.

Setelah bayangan tubuh Nenek menghilang dari pandangan, Jaehyun tertawa pelan.

Namun, tatkala indra pendengarannya mendengar suara batuk dari arah tempat tidur, secara spontan Jaehyun menoleh dan bergegas menghampiri.

"Kamu gapapa?" tanya Jaehyun. Ia meletakkan saputangan yang sedari tadi dipegang ke nakas, lalu duduk di bagian tepi tempat tidur. Tangannya meraih mengambil gelas yang berisi air putih yang ada di nakas, lalu menyodorkannya pada Jiho. "Mau minum air dulu?" tawar Jaehyun.

Jiho menerima segelas air putih tersebut dengan senang hati dan segera meminumnya.

Kembali ke beberapa jam yang lalu, usai Jiho tertabrak dengan mobil, Jaehyun segera membawa pergi Jiho ke Rumah Sakit terdekat. Omong-omong, mari kita luruskan mengenai kejadian yang telah terjadi siang tadi.

Sebelum itu, sebenarnya Jiho sempat sadarkan diri. Setelah beberapa jam dirawat di Rumah Sakit, Jiho akhirnya sadarkan diri. Dan Jiho sendiri yang meminta untuk pergi dari Rumah Sakit. Dikarenakan kondisi Jiho yang tidak terluka parah, dan juga Jiho yang bersikeras untuk dipulangkan ... pada akhirnya, Jiho pun diizinkan untuk pulang.

Scintilla Amoris (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang