5. Industria

60 17 6
                                        

💫 💦 💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫 💦 💫


"Minghao, industria di Bumi bentuknya seperti apa?"

"Tidak tentu. Berdasarkan buku Industria et Viribus yang aku baca, jauh sebelum kita lahir, pernah ada mediocris yang mendapatkan industria dari manusia. Tapi, aku pernah mendengar dari yang lain, bahwa beberapa mediocris mendapatkan industria dari tanaman."

"Anggap saja, aku menemukan industria ... lalu setelah itu, apa yang harus aku lakukan?"

"Untuk mendapatkan industria itu, tentu saja kamu harus memikirkan caranya sendiri."

"Jiho, kamu ngapain?"

"Kenapa tidak terjadi apa-apa?" Jiho membatin.

Jaehyun melepaskan diri dari pelukan Jiho.

Sementara itu, Jiho benar-benar kesal karena Minghao tidak memberitahukan cara mendapatkan industria tersebut dengan jelas. Padahal, lebih dari apapun, Jiho sangat yakin bahwa lelaki yang ada di hadapannya ini memiliki industria yang dicari-cari oleh Jiho.

Jaehyun melihat warna bola mata Jiho yang kembali normal. Sewaktu Jaehyun hendak beranjak dari kolam, Jiho tiba-tiba saja mendorong kembali tubuh Jaehyun ke dalam air.

Jaehyun terbelalak. Bukan karena dorongan, melainkan karena Jiho yang mendadak mendaratkan ciuman ke bibirnya.

Keduanya saling menatap. Tentu dengan isi pikiran yang berbanding terbalik.

Jiho dengan rasa senangnya karena berhasil menemukan sumber industria. Sementara Jaehyun dengan rasa bingungnya karena mendapatkan perlakuan yang tidak lazim.

Tubuh Jiho kini dikelilingi dengan cahaya yang berwarna kebiru-biruan.

Persis seperti cahaya sewaktu Jiho berada di sungai kemarin.

Refleks, Jaehyun mendorong tubuh Jiho. Ia pun bergegas kembali ke permukaan air.

Sementara Jiho melihat kembali liontinnya. Ia melihat bagian bawah liontin yang seharusnya berwarna pudar kini berubah pekat.

Sudut bibir Jiho terangkat. Dan tiba-tiba saja, air yang ada di kolam itu beriak-riak.

Jaehyun yang hendak beranjak pergi pun ditarik kembali oleh Jiho.

Jaehyun terperanjat. Menyadari dirinya dan Jiho saat ini tengah dikelilingi oleh air.

"Ji--"

Lelaki itu kembali terbelalak sewaktu Jiho kembali menciumnya. Tubuhnya dapat merasakan hembusan angin yang mendadak terasa cukup kencang. Sementara cahaya kebiru-biruan itu masih saja mengelilingi tubuh Jiho.

Selain itu, Jaehyun juga cukup menyadari bahwa Jiho melakukannya dengan lembut. Hingga tanpa sadar, Jaehyun ikut memejamkan mata.

"Bahkan kalau kamu cucu perdana menteri sekalipun, Nenek sama sekali ga peduli."

Scintilla Amoris (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang