Keadaan terlihat begitu hiruk-pikuk. Ditambah dengan suara musik yang terdengar cukup menggema, membuat tekad Jaehyun untuk meninggalkan restoran tersebut jadi kian tinggi.
Jaehyun mengedarkan pandangan. Ia sudah menemukan keberadaan para alumni angkatannya. Akan tetapi, sosok yang dicari-cari olehnya tidak kunjung ditemukan.
Decakan pelan terdengar dari Jaehyun. Dengan langkah yang amat berat, Jaehyun melangkah menghampiri keberadaan para alumni.
"Wuih. Gue ga salah liat, 'kan?"
"Lah? Jaehyun? Tumben banget lo mau datang ke acara kumpul-kumpul bareng alumni?"
"Nah, iya, tuh!"
Jaehyun tertawa pelan, menanggapi tiap celetukan yang terdengar. Alih-alih menjawab satu-persatu omongan para alumni.
Sebelum duduk, Jaehyun mengedarkan kembali pandangannya. Namun, sosok yang dicari-cari tetap tidak berhasil ditemukan.
"Nyari Gyuri, ya?"
Jaehyun menoleh ke arah perempuan berkacamata yang duduk tepat di sebelahnya.
Ia mengangguk. "Iya. Ada liat ga?"
"Tadi katanya, mau ke toilet, sih," sahutnya.
"Eh, tapi udah agak lamaan juga, ya, Gyuri ga balik-balik."
"Coba lo susul sana, deh, Jae."
Jaehyun mengangguk. "Gyuri ada bawa tas ga?"
"Ini. Dia titipin ke gue."
Jaehyun mengambil tas milik Gyuri yang disodorkan oleh salah satu orang yang ada di sana.
"Lo mau bawa pulang si Gyuri, Jae?"
"Sorry. Kapan-kapan gue bakal ikut gabung, deh," ucap Jaehyun.
"Jangan lupa ajak Winwin, ya. Jangan sampe gue keburu naksir cowok lain, dia baru nongol."
Jaehyun tertawa pelan, lalu mengacungkan jempolnya pada perempuan berkacamata tersebut. Kemudian, ia berpamitan pada para alumni dan beranjak pergi dari sana.
Niat Jaehyun yang hendak berjalan ke arah toilet, malah urung kala melihat keberadaan Gyuri yang berdiri di luar restoran.
Jaehyun mengerutkan dahi. Seingatnya, sebelum masuk tadi Gyuri tidak ada di sana.
Kendati demikian, ia segera bergegas keluar restoran lalu menghampiri Gyuri.
"Apa aku harus ngelakuin hal yang kayak gini terus ... cuma demi dapat perhatian dari kamu, Jae?" Gyuri bergumam, sembari menatap lurus ke arah Jaehyun yang sedang berjalan menghampirinya.
Tatkala Jaehyun menyodorkan tas berwarna merah muda itu pada Gyuri, Gyuri menghela napas. Tas bermerek yang didapatkannya secara cuma-cuma itu dipandangnya sebentar. "Makasih," ucapnya usai mengambil tas tersebut.
"Aku bakalan anterin kamu pulang. Ayo, Gyul!" ajak Jaehyun.
"Sebenarnya, kamu peduli atau kasian, Jae? Tolong jawab jujur. Dengan begitu, aku bisa kasih batasan ke diri aku sendiri," ujar Gyuri.
Lagi, Gyuri menghela napas. Alih-alih senantiasa menatap Jaehyun, Gyuri sesekali mengalihkan pandangannya. Melihat ke arah para alumni melalui dinding kaca, tersenyum, dengan sesekali melambaikan tangannya. Tepat setelah itu, Gyuri kembali menoleh menatap Jaehyun.
Jaehyun terdiam sebentar. Ia memperhatikan mata Gyuri yang tampak sedikit berkaca-kaca. "Aku peduli. Aku peduli karena kita udah dekat dari kecil. Dari dulu sampai sekarang, aku selalu peduli. Tapi belakangan ini, ngeliat kamu yang berubah kayak gini ... aku jadi merasa kasian. Karena ini bukan diri kamu yang aku kenal, Gyul." Jaehyun meraih tangan Gyuri, dan menggenggamnya dengan erat. "Ayo. Aku antar kamu pulang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Scintilla Amoris (Completed)
FantasyKim Jiho merupakan seorang aqua mediocris paling lemah dalam kasta terendah di Mediocris Villa. Yang mana ia juga mendapat hukuman dari sang Kaisar karena telah melakukan berbagai tindakan pelanggaran. Kim Jiho diasingkan ke Bumi. Ia diharuskan unt...
