13. Kolam Renang

64 17 21
                                        

Dengan gerakan pelan, Jaehyun membuka gorden jendela kamarnya. Ia kemudian melirik ke arah jam dinding. Jarum jam menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit. Dan langit pun masih terlihat gelap.

Usai kejadian semalam--yang mana Jiho bertanya apakah dia marah atau tidak, Jaehyun langsung beranjak meninggalkan Jiho tanpa memberi jawaban apapun.

Jaehyun tidak menyangka, bahwa satu pertanyaan dari Jiho tersebut berhasil membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Selain itu, Jaehyun benar-benar tidak paham akan perasaan yang dirasakan olehnya sekarang ini.

Jaehyun beralih menyibak kaos yang dikenakan. Lalu menyentuh tanda yang berbentuk percikan air itu.

Jaehyun mendadak terperanjat. Bahkan, ia nyaris limbung. Kenapa dadanya tiba-tiba terasa begitu sakit? Terlebih lagi, air mata Jaehyun mengalir membasahi pipi.

Jaehyun menggeram pelan. Lelaki itu kemudian membuka jendela kamar, lalu melompat keluar melalui jendela.

Mengingat bahwa kamarnya ada di lantai pertama, tentu itu bukanlah hal yang berbahaya untuk dilakukan.

Jaehyun hendak pergi ke kolam. Yang mana jarak kolam renang tersebut menjadi sedikit lebih dekat, jika ia mengambil jalan pintas melewati jendela kamarnya sendiri.

"Jae, lo baru tiga hari kenal sama Jiho. Ya, kali lo suka sama dia?" Sembari berjalan, Jaehyun terus bergumam. Sesekali, Jaehyun juga mengatai diri sendiri yang bersikap labil, persis seperti remaja yang sedang dimabuk cinta. "Please, Jae. Ini dunia realita. Dan jatuh cinta itu butuh proses--butuh waktu yang lama. Lo ga mungkin jatuh cinta cuma gara-gara ciuman itu--" Jaehyun menghentikan gerutuannya, berdecak pelan, lalu mengacak rambutnya dengan kasar.

Mengenyampingkan hal itu, Jaehyun merasa tidak adil, juga sedikit bimbang. Karena Jiho merupakan orang pertama yang menciumnya. Ralat. Jiho bahkan bukan orang. Ditambah lagi, ciuman pertama Jaehyun juga diberikannya pada Jiho.

"Wah, kalau bener lo jatuh cinta ... kasian banget nasib lo, Jae. Ga pernah jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta bukannya sama manusia, anime, ataupun idol ... lo jatuh cintanya malah sama makhluk entah apa," cibir Jaehyun, pada dirinya sendiri.

Ditambah lagi, Jiho hari ini ingin kembali ke tempat asalnya bersama lelaki bernama Minghao itu. Selain cinta yang tak terbalas, Jaehyun juga dicampakkan.

"Jaehyun?"

Langkah Jaehyun mendadak terhenti. Ia menoleh melihat ke arah Jiho yang sedang tidur di atas air yang ada di kolam renang tersebut.

Tadinya, Jaehyun ingin berlari menghampiri. Akan tetapi begitu teringat akan kejadian semalam, juga mengingat fakta bahwa Jiho bukanlah manusia ... Jaehyun kembali melanjutkan langkahnya dengan perlahan. Bersikap setenang mungkin, seakan-akan, Jiho bukanlah hal yang dapat mempengaruhi emosinya.

Jaehyun menoleh memperhatikan Jiho yang berenang ke tepi kolam. Dan di saat itu pula, Jaehyun menghentikan langkah, dan berjongkok di tepi kolam tersebut.

Jaehyun memasukkan tangannya ke dalam air. Hanya dalam waktu sepersekian detik, Jaehyun langsung meringis.

"Udaranya dingin. Dan airnya juga dingin. Tapi kayaknya kamu sama sekali ga kedinginan," ucap Jaehyun.

Jiho tersenyum. Perempuan itu kemudian menumpukan kedua tangannya di lantai tepi kolam. "Kamu salah. Sebenarnya, aku merasa cukup kedinginan sekarang," sahut Jiho. "Tapi sikap kamu semalam jauh lebih dingin dari ini," lanjutnya.

Jaehyun mendadak bergeming usai mendengar kalimat tersebut.

"Tapi ga masalah. Aku gapapa. Aku cuma agak bingung aja. Rupanya, berhadapan dengan manusia ga semudah yang aku kira," ujar Jiho.

Scintilla Amoris (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang