"Jadi begitu, ya, Kak ...," Yeojin terdiam sebentar. Ia kemudian memeluk Jiho dengan erat. "Kak Jiho tau 'kan kalau Yeojin sayang banget sama Kak Jiho?" Yeojin melepas pelukannya. Gadis itu memiringkan kepala, menatap Jiho dengan senyuman cerah yang terpatri di bibirnya.
Baru saja, Jiho menjelaskan segala hal mengenai industria yang nyaris terisi penuh. Selain itu, Jiho memiliki tujuan lain atas kunjungannya kali ini.
Tangan Jiho bergerak mengusap surai rambut Yeojin. Ia tersenyum. "Mungkin setelah hari ini, aku bakalan langsung balik ke Mediocris Villa."
Yeojin mengangguk beberapa kali. "Nanti ... kapan-kapan Kak Jiho datang ke sini lagi, ya," ujar Yeojin. "Yeojin kira, Kak Jiho bakalan berubah pikiran ...,"
Jiho menautkan alis menatap Yeojin.
"Maksud Yeojin, soal hubungan Kak Jiho sama Kak Jaehyun. Yeojin kira, Kak Jiho mau menetap di Bumi. Atau mungkin, Kak Jaehyun yang Kak Jiho bawa ke Mediocris Villa. Tapi realitanya, semua hal yang Yeojin kira itu memang cuma sebatas ekspektasi aja."
Jiho terdiam sebentar. "Kamu jangan khawatir, aku janji ... nanti kalau semua urusan di Mediocris Villa selesai, aku bakalan mampir ke Bumi lagi. Jadi sampai saat itu tiba, kamu harus tetap bertahan, ya, Yeojin."
Yeojin mengangguk pelan. "Karena Kak Jiho udah janji, Kak Jiho ga boleh ingkar," ujar Yeojin. "Yeojin bakalan kangen sama Kak Jiho."
Jiho tersenyum menanggapi. "Aku juga."
Setelah itu, secara perlahan, bayangan tubuh Jiho mulai menghilang dari pandangan Yeojin.
Jiho menggunakan vi teleportasinya untuk bertemu dengan Yeojin. Yang mana pada dasarnya, rohnya Yeojin tidak dapat keluar dari area Rumah Sakit.
"Jiho. Aku cariin kamu dari tadi. Taunya kamu udah masuk mobil duluan."
Jiho menoleh melihat ke arah Jaehyun yang baru saja membuka pintu mobil. "Maaf, aku lupa kasih tau kamu tadi."
Jaehyun tersenyum tipis, mengatakan bahwa itu bukanlah masalah besar, lalu bergegas ikut masuk ke dalam mobil.
Namun, pada saat hendak memakai sabuk pengaman, pergerakan Jaehyun langsung terhenti tatkala melihat penampilan Jiho.
Dress mini berwarna biru, juga riasan wajah yang terlihat begitu mencolok. Sangat tidak seperti Kim Jiho yang biasanya.
Menyadari bahwa Jaehyun saat ini tengah memperhatikan penampilannya, Jiho pun berujar, "Gyul bilang, karena ini kencan pertama kita, aku harus kelihatan menarik."
Jaehyun berdecak sebal. "Yang riasin wajah kamu Gyuri juga?"
"Iya." Jiho mengangguk. "Gimana? Terlihat cukup cantik dan menarik, 'kan?" Ia tersenyum cerah. Tetapi, beberapa saat kemudian, raut wajah Jiho langsung berubah datar. "Gyul bilang, aku mesti ucapin kalimat itu," keluhnya.
Mendengar hal tersebut, Jaehyun tertawa lebar. Sebelumnya, Jaehyun nyaris takpercaya dengan apa yang dilontarkan oleh Jiho tadi.
"Tapi realitanya kamu memang cantik dan menarik, sih," ujar Jaehyun, sembari melepas jaket yang dikenakannya. Kemudian, ia menempatkan jaket tersebut ke pangkuan Jiho. "Biar kamu ga kedinginan," ucapnya lalu beralih memasangkan sabuk pengaman pada Jiho.
Akan tetapi, Jiho tiba-tiba saja mengecup pipi Jaehyun.
Spontan, Jaehyun menoleh menatap Jiho. "Jiho, kita masih di depan rumah, loh. Oke kalau Gyuri atau Kak Ten yang liat, tapi gimana kalau Nenek?"
"Karena itu, kita berangkat sekarang. Katanya mau ajak aku kencan."
Jaehyun meringis. Ia pun segera memasang sabuk pengaman tersebut, dan bergegas melajukan mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Scintilla Amoris (Completed)
FantasíaKim Jiho merupakan seorang aqua mediocris paling lemah dalam kasta terendah di Mediocris Villa. Yang mana ia juga mendapat hukuman dari sang Kaisar karena telah melakukan berbagai tindakan pelanggaran. Kim Jiho diasingkan ke Bumi. Ia diharuskan unt...
