2. Saran Minghao

78 18 4
                                        

💫 💦 💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫 💦 💫

Aliran air di sungai tampak beriak-riak tatkala Jiho menginjakkan kaki ke bagian tengah sungai. Perempuan itu memejamkan mata, membentangkan kedua tangan—hingga cahaya berwarna kebiru-biruan tampak mengelilingi tubuhnya.

Sementara itu, riak air sungai kian terasa deras. Namun hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi Jiho.

"Rupanya lagi-lagi kamu penyebabnya."

Dalam waktu yang begitu singkat, cahaya kebiru-biruan yang mengelilingi Jiho langsung lenyap. Riak air yang tadinya amat deras itu pun berangsur mengalir seperti yang sudah seharusnya.

Jiho menoleh. Ia melihat keberadaan Minghao yang duduk di ranting pepohonan tua.

"Apa aku mengganggu ketenangan kamu, Hao?" tanya Jiho. Perempuan itu kemudian terbang ke arah Minghao dan duduk di rerumputan dekat pohon tersebut.

"Memang sedikit mengganggu. Tapi aku sudah terbiasa," jawab Minghao. "Hanya saja, aku mendengar kabar, katanya ... bunga-bunga yang ada di flos mediocris tenggelam. Hampir semua. Selain kamu, siapa lagi yang akan melakukan hal konyol seperti itu?" Minghao tergelak. Bahkan kedua matanya tampak sedikit menyipit.

Jiho mendengus. Akan tetapi sesaat kemudian perempuan itu juga ikut tertawa.

Usai berpamitan pada Mama, bukannya langsung menemui Minghao terlebih dahulu, Jiho malah menyempatkan waktu untuk mampir ke Flos Mediocris Domus. Jiho dengan sengaja menenggelamkan bunga-bunga yang ada di taman Flos Mediocris Domus.

Itu merupakan pembalasan dendamnya terhadap salah satu orang yang ikut memfitnah Jiho.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Jiho tidak memiliki hubungan yang baik dengan salah satu flos mediocris. Siapa lagi kalau bukan Minnie?

"Jadi, kamu mendapat hukuman dari Kaisar untuk tinggal di Bumi, hingga jangka waktu yang tidak ditentukan?" Minghao memperhatikan Jiho yang duduk di rerumputan dari atas ranting pohon tersebut. Seluruh tubuh Jiho tampak basah. Akan tetapi menurut perspektifnya, ia rasa Jiho sama sekali tidak terganggu dengan hal tersebut. "Sebelum ke Bumi, singgah ke Aere Mediocris Domus dulu, Jiho," ucap Minghao.

Jiho berbalik lalu menengadah melihat ke arah Minghao.

Perempuan itu menaikkan sebelah alisnya menatap Minghao.

"Atau, bagaimana kalau kita ke Aere Mediocris Domus sambil aku menceritakan berbagai hal tentang Bumi?" tawar Minghao.

Dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, Jiho secara spontan mengangguk.

💫 💦 💫

Untuk yang kesekian kali, Jiho melihat kembali kartu identitas miliknya yang diberikan oleh Kasim Yoo sebelum ia benar-benar pergi dari Mediocris Villa.

Scintilla Amoris (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang