Timy masih berusaha membujuk Irene seharian ini, karena pembahasan mengenai jet pribadi benar-benar membuat Irene marah sepertinya.
"Sayang? Sudah ya marahnya, aku berjanji akan mendiskusikan segalanya denganmu terlebih dahulu. Bukan cuma saat aku ingin membeli barang mewah dan aku sudah membuka dua rekening baru untuk bayi kembar kita, dan berjanji juga akan membukakan satu rekening lagi untuk calon adik mereka. Biaya yang harus kita keluarkan untuk membesarkan mereka akan kupastikan melimpah di rekening ketiganya"
Irene yang tadinya pura-pura fokus menonton tv terpaksa mengalihkan perhatiannya pada sang suami dan menangkup wajah tampan yang mengisi hari-harinya kini.
"Kau masih belum paham konsepnya kan? Aku sudah bilang kalau aku tahu kita mampu membiayai berapapun bayi yang ku lahirkan, tapi aku tetap ingin kita saling berdiskusi untuk segala sesuatunya, tidak berat kan, sayang? Kau tahu kalau komunikasi adalah kunci dalam sebuah hubungan, kan? Berawal dari membeli pesawat jet tanpa izin, bisa berakhir kecurigaanku kau membeli wanita tanpa izin bukan?" Tanya Irene santai.
"Tapi kan kau tahu aku tak akan begitu" bela Timy.
"Mana aku tahu? Kau beli pesawat jet yang jelas besar dan akan kita gunakan bersama saja aku tidak tahu? Apalagi hanya seorang wanita yang akan kau gunakan sendiri?" Pancing Irene.
"Rene! Kau tidak memiliki rasa percaya akan perasaanku? Tentang hubungan dan pernikahan kita? Apa kau juga tahu kalau kepercayaan merupakan faktor terpenting dalam membangun rumah tangga?" Timy mulai berapi-api.
"Cup" Irene mengecup bibir Timy singkat dan melepaskan tangannya dari wajah Timy.
"Jangan marah, kita sudahi saja percakapan ini, lalu beri tahu aku kapan kita akan berangkant ke Hawaii" ucap Irene kembali memfokuskan pandangannya pada tv yang masih menyala.
"Kau curang, jika seperti ini kau tahu aku pasti lemah dengan semua sentuhanmu. Kita berangkat secepatnya, ya? Aku sudah mempersiapkan segalanya. Untuk kebutuhan kembar juga"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kepergian Irene dan Timy tentu terendus media dan memang sengaja dibuat demikian, bedanya cara mereka menangani para wartawan adalah mensiasati kedua bayi mereka harus terlebih dahulu berada di pesawat sebelum mereka tiba.
Babies terlebih dahulu menuju bandara beberapa jam sebelum orangtua mereka, dengan Richo dan Timy bersama Irene terlebih dahulu memamerkan kemesraan mereka sebelum mereka memasuki bandara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.