───────────────────
#26 ; Daun Maple yang Terbang Jauh, start.
───────────────────Ketika Kazuya bertemu dengan [Name] di pulau Seirai, sejujurnya itu bukanlah pertemuan pertama mereka. Bahkan ketika ia mengatakan 'wujud' [Name] yang palsu itu memang yang pertama saat di Tatarasuna, itu adalah kebohongan belaka.
Dalam pandangan Kazuya, bayangan yang menempel di diri seseorang adalah ciri khas yang tak dapat membohonginya. Apalagi jika bayangan tersebut mau berbicara dengannya.
Dan dalam kasus ini, bayangan yang menempel dalam diri [Name] adalah sosok yang superior, tak dapat disamakan dengan orang biasa.
Lalu di mana pertama kali Kazuya bertemu dengan [Name]? Kita akan mulai dari awal...
❖
Terlahir sebagai anak kedua klan penerus Kaedehara, Kazuya lahir bertepatan dengan kematian ibunda kandungnya sendiri. Tidak ada yang menyalahkannya untuk itu, hanya dirinya sendiri yang selalu berpikir negatif tentang hal tersebut.
Kaedehara Kageharu menyayangi Kazuha dan Kazuya sepenuh hati, begitu pula kakek mereka, Kaedehara Hisamichi. Menurut kedua laki-laki yang pernah menjabat sebagai kepala klan Kaedehara ini, keluarga adalah hal yang lebih penting dari apa pun.
Tumbuh dengan cinta walau dalam keluarga yang tengah terpuruk, Kazuya memiliki kepribadian yang tenang dan hati-hati, ia baik, halus dan lembut, selayaknya putri klan ternama lainnya. Ia menyukai musik, dan bisa bermain berbagai alat musik. Ia juga termasuk dalam kategori cepat belajar dan jenius.
Sejak lahir, Kazuya memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapa pun dalam keluarga. Ia dapat melihat bayangan masa lalu, sosok yang menempel dalam diri orang lain, dan memprediksi takdir dari bayangan tersebut. Hal ini membuatnya menjadi tahanan rumah, keluarganya takut ia kenapa-kenapa karena kemampuannya diketahui orang lain.
"Selamat ulang tahun!"
Di ulang tahun Kazuya yang ke-10, Kazuha memberikannya sebuah jepit rambut daun maple, lambang Klan Kaedehara. Perbedaan umur mereka hanyalah satu tahun, namun hal itu tidak mengurangi insting Kazuha sebagai seorang kakak laki-laki yang suka memanjakan adik perempuannya.
"Terima kasih, Kak. Aku suka."
Kazuya tersenyum di depan cermin melihat jepit rambut yang diberikan Kazuha, begitu cantik dan senada dengan warna mereka.
"Bagus kalau kamu suka, ingat kakak kalau pakai jepit rambutnya ya?"
Dalam hatinya Kazuya berjanji, akan selalu memakai jepit rambut itu selama hidupnya.
❖
Di usianya yang ke-12, Kazuya sempat berlatih sendiri untuk menggunakan pedang sungguhan seperti keluarganya setelah beberapa minggu sebelumnya hanya berlatih menggunakan tekniknya saja.
"Akh!"
Naas sekali, pedang itu melukai tangan kirinya cukup parah. Darah tak berhenti mengalir dari sana, ia sendiri cukup kesulitan menutupi pendarahannya. Bagaimana ia bisa menyembunyikan ini dari keluarganya?
Namun ia berhasil. Ia menyembunyikan tangannya yang diperban di dalam lengan pakaian panjangnya. Kazuha yang menjadi orang paling dekat pun tidak menyadari perban yang selalu berubah merah tersebut.
Hanya saja, hal itu tidak berlangsung lama.
Ketika luka itu terbuka lagi, Kazuya sudah tidak memiliki energi untuk mengobatinya. Kepalanya pening, pandangannya memburam. Di kesunyian kamarnya, ia hanya bisa memandangi darah yang merembes keluar dari perban di tangannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lightning's Glow || Genshin Impact ft.Reader ✓
FanfictionLahir dari sisa kekuatan Raiden Makoto dan bantuan kecil dari Dewa Waktu, Istaroth, [Name] ditemukan saat bayi oleh Yae Guuji yang membawanya kepada Raiden Ei. Tumbuh dan berkembang di dalam Plane of Euthymia membuat [Name] memiliki rasa penasaran...