───────────────────
#24 ; Petuah dari Sang Pencipta, start.
───────────────────"Aku adalah Raiden Makoto, Archon Electro yang sebelumnya, seseorang yang gagal menjalani kewajibannya dan membebankan kalian dengan semua hal yang kutinggalkan."
"Makoto...?"
[Name] juga terkejut, itukah suara Makoto? Penciptanya??
"Aku meninggalkan sedikit tekadku di dalam Musou Isshin, sehingga saat kamu mengeluarkan kekuatan terbesarmu, aku juga bisa muncul. Cara yang agak repot untuk menemuimu, tapi pada saat itu kamu memiliki pandangan berbeda yang sangat kuat sehingga kamu tidak mau mendengar apa yang kukatakan."
Makoto ini, cenayang kah?
"Tidak ada waktu untuk menunggumu berubah, jadi maafkan aku..., yang bisa kulakukan hanya mencari cara menunggu sampai kamu bisa datang kepadaku."
"Tapi kamu tidak pernah mengatakan apa-apa padaku soal ini...!" Suara Ei terdengar sangat emosional. Seperti akan menangis.
"Semua terjadi secara tiba-tiba... Maafkan aku. Aku selalu merasa bersalah karena harus memercayakan Inazuma padamu secara tiba-tiba begitu. Aku seharusnya memberi tahu sedikit demi sedikit soal ini padamu, untuk mencegahmu mengejar kehampaan."
"Apa kamu tahu apa yang akan terjadi di Khaenri'ah pada saat itu?" Ei bertanya. Karena memang nampaknya Makoto ini adalah cenayang.
"Aku bisa merasakannya. Tempat itu... bukan tempat yang sanggup diabaikan oleh Archon mana pun. Dalam wujudku yang sekarang, aku tidak dapat lagi merasakan waktu. Aku tidak tahu sudah berapa lama kita berpisah sebelum pertemuan ini, dan aku tidak tahu apa yang dialami Inazuma selama ini. Tapi aku tahu bahwa ini pasti perjalanan yang sangat sulit bagimu, dan aku yakin di sepanjang perjalanan tersebut kamu pasti berkali-kali ingin menangis, ya kan?"
Meski suaranya bergetar, Ei tetap menyanggah ucapan Makoto. "Jangan meremehkan aku."
"Lihat kaan, kamu sendiri mengakuinya! Karena aku tahu ada kemungkinan bakal begini, maka aku meninggalkan hadiah untukmu, sesuatu untuk memulihkan rasa sakit yang dialami Inazuma, dan sesuatu untuk memulihkan rasa sakitmu. Kamu pasti... sudah bertemu dengan [Name], bukan?"
Mendengar dirinya disebut, [Name] menatap fokus pada suara Makoto. Ei melirik [Name] sekilas, kemudian menjawab.
"Ya, dia ada di sini."
"[Name] adalah salah satu hadiahku untukmu. Seorang bayi perempuan yang aku buat dengan bantuan seseorang, ia dapat membantumu, tergantung bagaimana kamu membesarkannya. Ia juga memiliki kesadaran dan perasaannya sendiri, karena ia bukanlah boneka. Ia murni mahluk hidup, ia dapat saja melampauimu jika kamu memang menghendakinya."
Ei hanya tidak menduga Makoto menciptakan [Name] untuknya. Untungnya bagi penjelasan lainnya, ia sudah memahami jelas. "...Aku sudah mengerti hal itu."
"Aku tahu kamu adalah orang yang mengerti betul hal ini. Ada sedikit kesalahan saat aku menciptakan [Name], jadi ia akan lahir lebih telat. Tapi kamu tenang saja, kesalahan itu sudah menemukan titik terangnya."
"... Begitu, saat Miko membawanya ke hadapanku..." Itu memang sudah direncanakan jauh-jauh hari.
"[Name], jika kamu mendengarkanku, aku hanya ingin bilang... Tolong lindungi Ei, ya? Kamu mengambil sedikit kepribadian milikku, kamu pasti memahami hal ini. Kamu lihat sendiri betapa ambekannya Ei."
"Hey??" Ei protes.
[Name] menahan senyumnya, dalam hati berjanji tidak akan tertawa. "Aku mengerti, aku akan menjaga Yang Mulia dengan seluruh kehidupanku."

KAMU SEDANG MEMBACA
Lightning's Glow || Genshin Impact ft.Reader ✓
FanfictionLahir dari sisa kekuatan Raiden Makoto dan bantuan kecil dari Dewa Waktu, Istaroth, [Name] ditemukan saat bayi oleh Yae Guuji yang membawanya kepada Raiden Ei. Tumbuh dan berkembang di dalam Plane of Euthymia membuat [Name] memiliki rasa penasaran...