HAPPY READING
Kaget gak tiba-tiba up?
Komen dulu guys yang banyaaaak💓
✈️✈️✈️
Agenda Leo hari ini adalah menemani Aleasha untuk persiapan pernikahan Shilla. Leo heran, kenapa Aleasha serepot ini menyambut pernikahan Shilla. Barusan mereka mengambil gaun yang Aleasha desain sebagai dress bridesmaid nya.
Tanpa persetujuan Leo, Aleasha membuat dress dengan bentuk sabrina dan memiliki belahan kaki se-paha. Tentunya hal ini mengundang kekesalan Leo.
Sekarang mereka tengah dalam perjalanan menuju mall untuk membeli kado pernikahan. Sedari masuk mobil, Leo tidak ada bicara sepatah kata pun. Ketika lampu merah biasanya Leo ada saja modusnya, kali ini dia hanya diam menatap lurus kedepan menunggu lampu merah berganti menjadi lampu hijau.
"Kamu kenapa?" Aleasha mengusap-usap rambut Leo, berusaha membuka obrolan.
Leo menyingkirkan tangan Aleasha yang kini menyentuh tengkuknya, bisa gagal fokus Leo. "To be honest, saya kurang nyaman sama model dress-mu tadi kalau dipakai di tempat yang ada banyak orangnya. Itu model dress pilihan kamu yang pasti bakal terlihat makin cantik ... dan sudah jadi juga dress nya."
Jika saja waktunya tidak mepet dengan hari H pernikahan Shilla, Leo ingin meminta Aleasha untuk merombak hasil gaun tersebut supaya agak tertutup.
"Lain kali, bilang dulu kalau mau buat dress begitu, at least saya gak shock lihat model dress kamu sekarang. But, let me know, Aleasha."
"Maaf. Saya takut kamu gak setuju. Lebih baik minta maaf kan daripada minta izin?"
Leo merasa dejavu dengan ucapan Aleasha. Kalimat terakhir Aleasha pernah Leo dengan dari ayah Aryo.
"Semenakutkan itu sampai bisa berspekulasi sendiri? Jangan jadiin kebiasaan membuat kesimpulan sendiri."
Dengan polosnya Aleasha mengangguk, secara langsung mengakui jika Leo itu sebenarnya galak.
Leo ternganga karena Aleasha menyetujui kalau dirinya itu menakutkan? "Sekarang kamu takut gak?"
"Iya." titah Aleasha pelan.
"Kenapaaa? Emangnya saya mau makan kamu?" Matanya menajam tidak terima dengan jawaban Aleasha.
Aleasha mengalihkan pandang ke jendela. "Gak ada sorot cinta-cinta nya kalau ngeliatin saya aja kayak begitu."
"Emang saya natap kamu kayak gimana?"
Aleasha mencontohkan cara memandang Leo. Alisnya dibuat kerung sampai tercetak kerutan di dahi dan mata menyipit tajam. "Beginiii."
Leo tergelak karena di Aleasha justru tidak ada unsur seram atau galaknya, malah terlihat menggemaskan. "Lucu banget!" Ia mencubit pipinya.
"Sakiiit!"
***
Leo harus menahan rasa canggungnya saat Aleasha membawanya ke toko lingerie di salah satu Mall. Dia laki-laki sendiri yang berada di toko ini. Laki-laki. Satu-satunya. Catat! Masih mending jika toko ini juga menjual pakaian dalam pria, toko ini khusus barang-barang wanita.
KAMU SEDANG MEMBACA
36.000FT
Romance✈️ [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Apa jadinya seorang pilot melamar pramugari di ketinggian 36.000 kaki diatas permukaan laut? Entah tanya saja pada Leo Chandra Winata. "Penumpang yang terhomat, saat ini kita sedang berada di ketinggian 36.000 kaki. Izin...
