#15: Scars

379 32 1
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lapangan sekolah di Tanduk Kembar sore itu cukup ramai dengan anak-anak dari eksul basket

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lapangan sekolah di Tanduk Kembar sore itu cukup ramai dengan anak-anak dari eksul basket. Mereka semua terlihat nggak sabar buat menanti pengumuman yang bakal disampaikan pelatih mereka hari itu. Gimana nggak, pasalnya hari itu anggota ekskul bakal bakal dapat tim buat mereka pakai di setiap kompetisi, kejuaraan atau turnamen antar sekolah ataupun antar provinsi. Tim pelatih di Tanduk Kembar ada 4 orang, tiap dari mereka berfokus pada kejuaraan-kejuaraan yang bakal diikuti tiap timnya. Dan dari tiap tim yang telah dipilih itu, bakal latihan intens dengan setiap pelatih yang bertanggung jawab sama tim-tim tersebut.

Sementara di depan kelas, sebelum menuju lapangan. Yayan tengah menunggu teman-temannya yang tengah ganti baju basket. Sambil nenteng tas, dia berdiri sambil ngeliatin anak-anak lain yang tengah jalan menuju gerbang buat pulang. Sesekali ada guru-guru yang lewat di depan Yayan, sambil sibuk nelpon dengan ponselnya. Dan beberapa lagi ada anak-anak mading, yang sibuk ngomongin janjian sama narasumber buat artikel mading mereka. Hingga nggak lama, setelah anak-anak mading ngelewatin Yayan. Kedua temennya yang dia tungguin pun keluar dari kelas. Satu berbadan gemuk dan satu lagi berbadan kurus.

"Yan maaf! Kelamaan ya nunggunya." Kata anak berbadan gemuk itu.

"Iya Yan, maaf ya!. Abis dari tadi si Teddy lucu banget. Masa abis pamer celana basket baru, tapi malah nggak muat dipake." Kata si anak berbadan kurus itu sambil tertawa.

"Ah Kino!. Nggak usah dibahas lagi dong!." Kata Teddy malu. "Pokoknya nanti malem aku minta papaku tuker sama yang baru!."

"Yang warna ungu itu ya?." Kata Yayan.

"Iya!." Mantap Kino, nggak bisa berhenti ketawa.

"Ah udah-udah! Yuk ke lapangan, jangan-jangan udah mulai lagi!." Ajak Teddy ke Yayan dan Kino sambil ngalihin topik. Namun walau begitu, Kino masih ngakak inget kejadian tadi. Sementara Yayan cuman bisa nyengir aja dengan tawa Kino, dan Teddy yang masih ngedumel masalah celana yang dari tadi dia pameri.

"Kasian banget, mana harganya 3 juta!." Kata Kino masih ngebahas di pejalanan mereka ke lapangan.

"Seriusan?." Yayan nggak percaya.

"Iya Yan, aku tadinya mau beli celana yang kayak kamu gitu. Bahannya enak, dan nyerep keringat. Tapi nggak nemu." Keluh Teddy sambil sentuh sedikit celana yang Yayan pakai.

Till I Get You 2 [THE END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang