1 | Watashi wa Riku Desu - My Name is Riku

473 7 3
                                    

Musim semi. Bunga sakura bertebaran, terbang perlahan terbawa angin. Beberapa di antaranya tersangkut di antara rambut murid-murid SMA Kitahara, yang sedang berjalan melewati gerbang sekolah. Wajah-wajah yang mendambakan hangatnya musim semi setelah diserang musim dingin yang keras mulai bermunculan. Beberapa diantaranya sedang bercanda. Tertawa. Saling menyapa. Dengan senyum hangat terpampang di wajah mereka. Begitu juga denganku. Bersama dengan kedua sahabatku, Ame dan Takeru, kami melangkah mantap melewati papan penanda "tahun ajaran baru" yang berdiri sedikit miring di sebelah gerbang sekolah yang terbuka. Tak terasa, kami sudah menginjak tahun kedua kami di SMA ini. Semuanya berjalan lancar, seperti pada umumnya. Yah, mungkin semuanya, kecuali satu hal. Setidaknya untukku.

Cinta. Siapa sih yang tidak asing dengan kata ini? Semua orang pasti tahu. Yah, mungkin semua orang, kecuali aku. Dari dulu,aku tidak pernah memikirkan apa itu cinta. Aku selalu fokus ke pelajaran. Karena menurutku, pelajaran itu penting buat masa depanku. Tak pernah terpikir di benakku apa itu cinta, kalau suka sih pernah, tapi hanya sebatas teman biasa. Karena itu, sampai umur enambelas tahun ini, aku belum pernah punya pacar. Aku juga tidak masalah dengan status 'single' yang bertahan selama ini.

Tapi ini musim semi, musim dimana kau menemukan cinta sejatimu ... katanya. Ya, dia, yang berada entah di sana, menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dan inilah saatnya. Musim di mana cinta bersemi. Berbunga-bunga. Layaknya bunga sakura yang sedang bermekaran dan memenuhi ranting kayu yang terlihat rapuh itu. Aku melihat ke arah langit biru. Inikah saatnya? Aku bertanya dalam hati dan terkekeh. Apa yang kau pikirkan, Riku? Kenapa sangat melankolis seperti ini? Pikirku sambil tersenyum kecil, lalu kembali bercanda dengan Ame dan Takeru sambil terus berjalan.

Saat bel berbunyi, aku dan teman-temanku berjalan menuju aula untuk mengikuti upacara pembukaan di aula. Upacara berlangsung kurang lebih satu jam. Saat pembagian kelas, aku, Ame, dan Takeru berjalan menuju kelas 2-C. Sebelum pelajaran berlangsung, seperti biasa,

"Yak, jadi tahun ini, saya Yamamoto Fujita akan menjadi wali kelas kalian. Untuk setahun ke depan ini, mohon bantuannya ya, anak-anak. Oke, sekarang saya absen kalian dulu."

Kami bergantian mengangkat tangan saat nama kami dipanggil. Aku asik mengobrol dengan Ame dan Takeru yang duduk bersebelahan di depanku, sampai-sampai tidak sadar kalau Yamamoto-sensei akan mengumumkan sesuatu.

"Hei, hei, diam sebentar. Kebetulan kita kedatangan dua anak baru. Yak silakan masuk." Kata Yamamoto-sensei sambil melihat ke arah pintu. Dua cowok berpostur cukup tinggi memasuki kelas, dan sontak cewek-cewek sekelas mulai ribut. Aku menaikkan sebelah alisku.

"Hai, namaku Kurosawa Hibiki!" Kata cowok yang berpostur tinggi.

"Halo, namaku Hazegawa Goro!" Kata cowok yang satunya.

Aku meneliti mereka satu-persatu, sementara teman-teman cewekku berbisik-bisik kagum melihat dua makhluk yang ada di depan kelasku ini. Hazegawa terlihat pintar dengan kacamata frame kotak warna hitam, ia kelihatannya juga baik. Kurosawa, kelihatannya seorang anak basket, agak berantakan, dan sepertinya biasa-biasa saja. Tapi, sepertinya aku pernah melihat Kurosawa, tapi di mana ya? Aku melihat mereka lagi berdua dengan teliti. Tiba-tiba Ame membuyarkan lamunanku.

"Hei Riku, mereka keren ya?" Kata Ame yang daritadi melihat ke arah Kurosawa. Mungkin dia juga merasa kalau Kurosawa suka berolahraga.

"Kenalan sana!" Candaku sambil tertawa.

"Huh! Kau ini!" Cubit Ame sambil tersipu malu. Yamamoto-sensei menyuruh kedua murid baru itu memilih tempat duduk. Dengan cepat, Kurosawa segera meletakkan tasnya disampingku.

"Halo! Namaku Kurosawa Hibiki, siapa namamu?" Kata Hibiki.

"Namaku Shirokawa Riku, senang berkenalan denganmu, Kurosawa-san." Kataku sambil tersenyum.

Slamdunk My HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang