.
.
.12. Kebun Bunga
Hari ibu, hari yang baik untuk beberapa anak yang mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Dan juga tentunya hari untuk seorang ibu yang luar biasa di dunia ini bagi keluarganya.
Mungkin, memang Yakira bukan salah satu anak yang memiliki kasih sayang yang cukup dari seorang ibu, namun ia ingat ketika ia masih kecil ibunya begitu menyayangi dirinya, ia sudah merasa beruntung.
Setelah melewati hari ibu, hari-harinya berjalan seperti biasa. Sudah 4 hari ia tinggal di rumah baru yang ia tinggali untuk sementara ini. Rasanya jelas saja berbeda. Yakira masih menunggu kapan ia boleh pulang ke kediamannya.
Gadis itu menopang dagunya di jendela, matanya menatap langit. Udara begitu sejuk, tidak terlalu dingin maupun panas. Lintang menghampiri gadis itu penasaran, apa yang dipikirkan Yakira kali ini?
Yakira tersadar akan kehadiran Lintang di luar yang menatapnya seperti "anak aneh", Yakira merasa sangat jenuh terus berdiam diri di dalam rumah, apalagi ini adalah daerah terpencil. Ia harus melakukan apa?
Akhirnya setelah aksi saling berdiam diri, Lintang mengalah dan membuka percakapan terlebih dahulu dari biasanya, "Bosen?" tanya Lintang, Yakira menatap sinis.
"Menurut lo gimana, Kak?" Yakira balik bertanya.
"Biasa aja," Jawab Lintang, Yakira mengepalkan tangannya namun ia mencoba untuk menahannya. Ia tahu lawannya siapa jika ia memukul lawan yang ada di hadapannya.
"Kak, gila aja, berapa lama lagi gue bisa bertahan di sini? Di rumah yang terletak di daerah terpencil? Gak ada siapapun di sini yang bisa gue ajak ngobrol kayak temen seumuran, gue memohon kemurahan hati lo, Kak. Gue udah sangat amat teramat bosan di sini. Yakali lo biasa aja? Jelas banget lo bukan manusia, Kak, vampir ya lo?" oceh Yakira, Lintang hanya menatapnya datar.
"Keluar." ucap Lintang, Yakira mengangkat satu aliasnya, apa-apaan hanya menjawab dengan kata keluar, sangat tidak sopan. Orang lain sudah berbicara panjang kali lebar, manusia ini hanya mengucapkan satu kata.
"Apa?" tanya Yakira,
"Keluar." Lintang mengulangi ucapannya yang baru saja ia ucapkan. Sebelum keluar rumah, Yakira menutup pintu jendelanya terlebih dahulu, dan menghampiri Lintang.
Lintang menarik Yakira untuk keluar dari sekitaran rumah, Yakira bisa melihat dengan mata kepalanya secara jelas dunia dari luar rumah. Ternyata ini desa yang sangat indah, Yakira merasa sangat terpukau saat ini.
Gadis itu melepaskan genggaman Lintang dan berlari kecil karena penasaran apa yang akan ia temukan, benar-benar seperti surga dunia, sejuk sekali. Tidak terlalu banyak rumah di sini, Yakira melihat ada kebun bunga, ia mencoba untuk ke sana namun dihalangi oleh Lintang.
"Di sana kebun punya orang, gak boleh sembarangan." ujar Lintang kepada Yakira, gadis itu merasa sedikit kecewa. Tetapi, pemandangan di sini membuatnya tidak memperlama rasa kekecewaannya itu.
Tak lama ada sesosok gadis muda menghampiri Yakira dan Lintang, "Mau lihat kebun bunga ini? Ayo bareng." ucap gadis itu, senyum Yakira merekah. Tidak dengan Lintang, ia tidak bisa membiarkan Yakira terhasut dengan manusia yang dengan tiba-tiba mengajak Yakira untuk berkeliling melihat-lihat kebun bunga ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Langkah Rasa
Teen FictionLangkah Rasa, Semesta dan Yakira Paramitha. (Slow-update). Yakira Paramitha, gadis dengan hidup penuh kekangan yang diberikan oleh ayahnya. Lintang Saghara pun datang dalam kehidupannya menjadi seorang bodyguard pribadi. Sikap Lintang yang sang...