.
.
.
Setelah menyelesaikan permainan kartu uno, Yakira pun mengajak Lintang untuk bermain teka-teki silang.
"Ini lu udah optimis banget keterima universitas?" Tanya Lintang mendadak, membuat permainan Yakira terhenti sejenak, lalu raut wajah gadis itu tampak tidak senang.
"Nih mainin ajalah sendiri," ucap Yakira menyodorkan kertas yang berisi teka-teki silang pada Lintang, lalu ia pergi meninggalkan Lintang.
Lintang hanya termenung begitu ia ditolak mentah-mentah dan dihiraukan oleh Yakira.
"Non! Non! Ada yang dateng," panggil Bi Dharmi pada Yakira, gadis itu segera menengok.
"Lho? Shaka?" Ucap Yakira memastikan.
Shaka tersenyum begitu Yakira memanggil namanya, ia menghampiri Yakira seraya berkata, "rupanya lo masih inget sama nama gue,"
"Gak jelas, dasar!" Ujar Yakira yang mendapatkan balasan senyum yang tersungging dalam wajah Shaka.
"Itu ada kartu uno, mau main uno?" Tanya Shaka, diangguki oleh Yakira.
"Ayo main sama gue," lanjut Shaka.
"Ayo!" Ucap Yakira semangat.
Permainan berlangsung cukup lama karena antara Yakira dan Shaka memiliki kegigihan yang sangat tinggi dalam permainan. Namun pada akhirnya Shaka lah yang menang, gadis itu hanya bisa sedikit cemberut.
"Ya udah, ini bukan judi, kan? Santai aja," ujar Shaka.
Lalu Yakira pun berkata, "Lo suka main judi ya?"
Shaka pun terkekeh, "kok tau?" Timbal shaka.
Gadis itu mengernyitkan dahinya, ekspresinya tak terbendung, "ternyata selama ini gue bergaul sama sosok pecinta judi," kata Yakira.
Sementara, di sisi lain sangat terlihat bahwa ada sesosok yang memperhatikan Shaka dan Yakira begitu dalam, dengan tatapan yang cukup tajam. Lintang, sesungguhnya Yakira merasa tertekan dengan tatapannya itu yang membuat aura tempat ini menjadi sangat gelap, apa Yakira harus mengomel sekarang?
Yakira menghembuskan nafasnya berat, ia melirik Lintang, "KAK LINTANG!!!" Suara Yakira menggelegar, membuat Shaka sedikit terkejut.
"Kenapa?" Tanya Lintang, pemuda itu berkata dengan santai sehingga Yakira sedikit geram.
"Kenapa sih liatin terus, tadi diajak main gak mau. Ini Shaka, Shaka baik, gak bakal macem-macem!" Ujar Yakira pada Lintang terus terang.
Pemuda itu mengacak-acak rambut Yakira, membuat Yakira semakin marah. Setelah membuat Yakira begitu marah, Lintang justru pergi begitu saja.
"Hahaha, dia emang kayak gitu ya, Yakira?" Tanya Shaka memastikan.
"Emang, udah jadi habit." Jawab Yakira.
Tanpa memedulikan Lintang lebih jauh lagi, Shaka dan Yakira pun mengobrol seputar pengalaman mereka bagaimana menjalani ujian kemarin, lalu kembali bermain, dan makan bersama. Hingga matahari terbenam, akhirnya Shaka berpamitan pada Yakira untuk pulang.
"Gue pamit ya, semoga pengumuman hasil ujian kita kemarin bagus, see you, Yakira!" Ucap Shaka sebagai salam perpisahan, lalu Yakira pun melambaikan tangannya.
Gadis itu mencari kemana Lintang? Wujudnya sama sekali tak terlihat setelah tadi pagi Yakira marah padanya.
***
"Ternyata kerja lo gak becus ya? Gue pikir selama ini lo beneran kerja," ucap pemuda itu, kalimat yang sesungguhnya sangat tidak bermoral untuk manusia manapun.
"Gue bakal bilang ke bokap kalau ternyata kerja lo gak ada kemajuan sama sekali," lanjut pemuda itu sembari terkekeh.
"Gak ada yang larang, bilang aja," balas pemuda di depannya.
"Lo lupa? Ini kesempatan terakhir lo buat hidup, jangan harap setelah gue bilang tentang kerja lo yang gak ngehasilin apapun itu, lo masih bisa menghirup udara di dunia ini," kata pemuda itu lagi.
"Shaka Putra Adhitama, terima kasih atas kalimat lo itu. Tapi, sebenarnya selama ini lo ngapain aja?" Balas Lintang.
"Ha— si anjing ini," raut wajah Shaka menandakan bahwa ia sangat membenci Lintang yang mengeluarkan satu patah kata sekalipun, ia memilih segera pergi dari tempat itu pada detik ini juga. Sedangkan Lintang hanya tersenyum miring.
Saat ini, hanya menyisakan Lintang seorang diri. Pemuda itu hanya merenungkan apa tindakan yang akan ia ambil untuk kedepannya. Walau sesungguhnya dalam batin Lintang, lebih baik ia dihabisi tanpa harus berurusan lagi dengan tindakan kotor seperti ini.
***
"Lintang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, Pa," ujar Shaka terhadap sosok pria di hadapannya.
"Apa kamu memiliki buktinya?" Tanya pria itu.
"Aku selalu melihatnya, ia bahkan tidak pernah mengambil kesempatan untuk membawa gadis itu kemari, Pa," jawab Shaka terhadap pertanyaan pria tersebut.
Pria di hadapan Shaka itu tersenyum miring, "Apa dia masih belum sadar? Atau ia menginginkan nyawanya habis di tanganku?" Ucap pria itu lagi.
Shaka meneguk salivanyanya, lalu ia menjawab, "tampaknya, ia jatuh cinta dengan gadis itu, Pa,"
"Baiklah, keluar, Shaka." Pintra pria itu.
Shaka berbalik badan lalu meninggalkan pria yang sempat berada di hadapannya itu, ia sedikit mendengus seraya berkata dalam hatinya sendiri, "emang anjing, apa gunanya gua kasih tau dia."
Pria itu melihat tubuh Shaka semakin menjauh, ia menyunggingkan senyum, "Entah siapa yang akan habis dibagian selanjutnya, namun percaya saja pada Ayahmu ini, Shaka. Sudah semestinya keturunan Cakra hancur."
***
"Kak Lintang!" panggil Yakira antusias, Lintang merasa heran, kepribadian gadis ini begitu cepat berubah.
"Kenapa, Yakira?" tanya Lintang dengan tatapan seksama, ia memerhatikan gadis itu, ia merasa sedikit merinding dengan perubahan sikap Yakira yang sering kali terjadi seperti sekarang.
"Bosen, Kak Lintang gak ngerasa bosen, ya?" tanya Yakira pada Lintang, Lintang menggelengkan kepalanya.
"Emang salah nanya ke orang kaku," ucap Yakira, Lintang tetap menghiraukannya.
"Tuh kan, gak ada jawaban. capek banget, coba Kak Lintang pikirin baik-baik, kalo gini terus, Kak Lintang kalo punya istri, istri Kak Lintang nasibnya bakal gimana?" ujar Yakira terus terang, tanpa pernah ia pikir apakah Lintang ada keinginan untuk menikah atau tidak.
"Ya udah, suka-suka dia aja mau ngapain, hidup masing-masing aja. Selesai, kan?" jawab Lintang tanpa ingin basa basi lebih banyak.
"Mana boleh! Emang ya semua cowok sama aja," kata Yakira, ia merengut dan memilih untuk pergi ke gazebo dan tertidur di sana. Lintang hanya bisa melihat perilaku Yakira dan entah apa yang ada di dalam batinnya.
***
Hai guys, I'm so happy to back to wattpad again. Wah cerita ini kayaknya masih panjang banget, kira-kira sampai kapan ya akhirnya? masih panjang juga dramanya 😱😰
jangan bosen-bosen yaa sama cerita ini. I'm sorry cause i'm too late to update this story :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Langkah Rasa
Ficção AdolescenteLangkah Rasa, Semesta dan Yakira Paramitha. (Slow-update). Yakira Paramitha, gadis dengan hidup penuh kekangan yang diberikan oleh ayahnya. Lintang Saghara pun datang dalam kehidupannya menjadi seorang bodyguard pribadi. Sikap Lintang yang sang...
