Langkah Rasa, Semesta dan Yakira Paramitha. (Slow-update).
Yakira Paramitha, gadis dengan hidup penuh kekangan yang diberikan oleh ayahnya. Lintang Saghara pun datang dalam kehidupannya menjadi seorang bodyguard pribadi. Sikap Lintang yang sang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rencana yang seharusnya tidak menjadi bencana.
★★★
"Kak Lintang!" panggilnya.
Lintang hanya menatap gadis itu saja tanpa membalas panggilan gadis dihadapannya ini, tidak lain dan tidak bukan, tentu saja gadis itu Yakira.
Sejak kapan Yakira memanggil Lintang dengan embel-embel Kak? Sejak kemarin. Gadis ini sengaja membuat Lintang seakan-akan seperti kakaknya, karena memang seharusnya begitu, Lintang lebih tua enam tahun dari pada Yakira. Lalu, ia harus bersama Lintang setiap saat, Yakira berpikir untuk jangka waktu yang cukup lama akan terasa canggung bila memanggil nama Lintang tanpa embel-embel lain seperti, Pak, Mas, Bang, atau Kak.
Back to topick,
Yakira mendekati Lintang, lalu mengambil jarak dua langkah agar tidak terlalu dekat.
"Nanti malem, ada pasar malam. Itu baru banget di sini, jadi, intinya, nanti malem mau 'kan nganter gue ke sana?" tanya Yakira, Lintang mengangguk. Yakira kegirangan, ia bahkan tidak bisa menahan kesenangannya.
Lintang berpikir, apa spesialnya pasar malam? Terasa biasa saja, bahkan jauh lebih mewah trans studio.
Hari ini, malam ini, sukses menjadi malam yang paling menyenangkan bagi Yakira. Hampir sukses, karena ia sangat senang menghampiri tempat yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi.
Gadis itu berjalan tepat di depan Lintang, ia melihat-lihat berbagai macam permainan di sana, dan juga banyak sekali yang berjualan berbagai macam barang. Bahkan Yakira sudah membeli cukup banyak barang.
"Yakira, hati-hati." ujar Lintang. Namun, Yakira hampir saja terjatuh karena tersandung batu, ia terlalu sibuk memperhatikan tempat ini.
"Udah gue bilang, hati-hati." lanjut Lintang, Yakira terkekeh sembari meminta maaf pada Lintang.
Lintang sebenarnya tidak merasa heran bila Yakira begitu senang di tempat ini, memang seharusnya seperti itu. Lintang 'pun menikmati tempat ini, di usianya yang terbilang muda ia harus sibuk bekerja menjaga putri atasannya, untungnya Yakira masih terbilang remaja yang hampir dewasa, sehingga Lintang bisa mengikuti Yakira ke tempat-tempat hiburan seperti ini.
"Kak, di tempat ini ada toilet umum ngga ya?"
"Gue kurang tau, gue tanya ke yang lain dulu, ya?"
"Oke kak!"
Yakira terus menunggu Lintang, namun Lintang tak kunjung menampakan dirinya. Gadis itu justru berkeliling, tanpa ingat bahwa tempat ini sangat luas bila ia kehilangan jejak Lintang, atau justru posisi Lintang yang terancam sebagai pengawal pribadinya.