"oke fine hari ini! gw harus cari cogan lagi,mau cuci mata uhuyyyy,ga sia sia nyawa gw meninggoy di geprek truk" gumamnya lalu bersenandung menatap cermin.
sesekali ia bergaya,karna sangkin bangganya dengan visual yang ia punya.
"ya allah cakep bener gw" desisnya gemas.
"udah lah,nanti kalau lama lama gw natep cermin yang ada gw bisa jadi lesbyan sama tubuh yang gw pakek ni,uwww menggelikan...."
ia lalu keluar dari asramanya dengan menghirup udara segar di akademi ini.
"gud morning dunia dunian an,cogannn im comminggggg" ia lalu bergegas berjalan meneruni tangga tangga.
ia sengaja bangun lebih pagi,karna ingin melihat cogan² yang sedang olahraga pagi.
"behhh pagi pagi matah udah di genjereng sama otot² hott" ainsley manatp minat pria pria itu.
ingin sekali ia merengguh salah satu dari mereka,membawanya berada di bawah dan mengelus roti sobek itu.
membayangkan saja ilernya menetes.
"buset iler gw" ainley menghapus jejak luirnya itu,lalu menatap sekitar.
tanpa ia ketahui ada seorang pria menatapnya sedari awal ia sampai.
"haha luirnya menetes"kekehnya saat melihat kelakuakn ainsley.
ia berjalan menuju ainsley dengan suara yang tak terdengar oleh sang empu.
ianya menepuk pundak ainsley.
ainsley terperenjat kaget.
"EH BUSET KODOK LONCAT!!" teriaknya kaget.
mendengar teriakan ainsley,beberapa orang langsung menoleh.
ainsley menyengir saat jadi pusat perhatian.
ia menatap orang yang ada di belakangnya.
"kau mengagetkan ku!"kesal ainsley menepuk dada bidang pria itu.
oh ayolah,tubuhnya hanya sampai di ketiak pria itu.
tapi pukul dada itu,cuman buat modus aja si.
pria itu terkekeh kembali.
"buat apa kau pagi pagi berada disini?" tanya pria itu.
ainsley memutar otaknya untuk mejawab soal ini.
ia mana mungkin akan mengatakan "mau cari cwo" ga logis.
"eeee... itu aku hanya ingin bangun pagi saja" ucapnya.
pria itu memincingkan matanya.
"benar kah?" tanyanya.
ainsley mengangguk tegas
"baiklah aku akan percaya kali ini" ujarnya mengangguk saja,walaupun tak percaya.
"eeeee... albert apakah kau sering memakai baju setipis itu?" tanya ainsley saat salfok melihat baju yang sudah transparan oleh keringat itu.
sangkin tipisnya anjir lah.
ainsley kan jadi salfok,ama kotak kotak di dalamnya aww.
albert ya albert,pria itu menatap bajunya.
ia baru tau bajunya basah.
"oh ini,sudah biasa,kenapa? apakah ada masalah?" tanya nya.
ainsley menggeleng,ia lalu menatap manik mata albert sebentar lalu kembali menatap baju nya.
"berapa?" tanya nya.
albert mengernyit.
"berapa?" tanya nya bingung.
ainsley mengangguk. "iya berapa roti sobekmu itu?"tanya nya polos.
ppb(polos polos babi).
"roti sobek?,apa maksud mu?" ayolah albert beda dimensi dengan mu kesyaaa goblok.
"ck" ainsley berdecak,ia menujuk perut albert.
"ini perut mu mempunyai kotak kotak bukan?,berapa jumlahnya?" tanya ainsley.
albert tambah mengernyit. kotak kotak apasih?.
"kotak apa maksud mu?,perut ku tak punya kotak" jawab albert.
ainsley menatap datar albert.
dengan kesal ia menyentakan baju tipis itu ke atas,memamerkan tubuh idaman para wanita di dunianyanya dulu.
ainsley menatap binar tubuh albert.
sedangkan albert yang tiba tiba saja bajunya di buka tentu saja kaget.
"k-kau apa yang kau lakukan ainsley?!" tanya nya dengan wajah bersemu merah, menjauh dari ainsley,menyilangkan tangannya di tubuhnya.
ainsley nyengir.
"aku hanya ingin menghitung kotak kotak yang berada di perut mu!,kotaknya ada 6! gud gud aku suka,selamat!! kau masuk list harem ku" ucapnya menepuk lengan albert dengan senyum ceria.
albert baru paham apa yang di maksud dengan.
roti sobek.
ia jadi bingung,dari mana ainsley mendapatkan kata² itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AINSLEY
Fiksi Penggemar🧸 Hiatus ❗warning banyak kata kata yang salah digunakan oleh penulisnya. Penulisnya males merevisi,kalau ada kesalahan teknik kata mohon di maklumin,karna penulisnya agak sebleng🙏. ******** bercerita seorang remaja,masuk ke dimensi lain ia adalah...
