Ctak
Bunyi suara seat belt terpasang di tubuh Aldo, selesai memasangkan seat belt Kevin kembali duduk di kursi pengemudi.
Aldo duduk diam, suasana menjadi canggung saat keluar dari rumah sakit, baginya.
Tetapi bagi Kevin ini suatu kemajuan supaya Aldo menurut dengannya.
Kevin menatap Aldo dahulu lalu berdehem,"ekhem."
Aldo menoleh,"apa?"
"Coba ulang."
"Apanya?" Aldo mengerutkan keningnya.
"Yang tadi lo bilang di rumah sakit.'
Aldo terdiam, wajahnya kembali memerah, masa iya dirinya harus mengulanginya memang Kevin tidak mendengar dengan jelas apa tadi.
"Gak."
"Yaudah, besok gua udah cetak undangan mau gu—"
"Lo harus nikahin gue Kevin!" Ucap Aldo dengan cepat.
Membuat Kevin tersenyum kemenangan,"apa?"
Aldo meneguk air liurnya, entahlah ini bukan keinginannya untuk berkata seperti itu, tetapi nalurinya lah yang menyuruhnya untuk berkata seperti itu.
"Lo budek apa gimana si?!"
"Gua mau lu ngomong pake nada halus."
"Banyak mau lo! Ribet emang hidup lo." Aldo bersedekap dada dan menatap kearah jendela mobil.
"Besok gua udah mau bagi-bagi undangan lu ma—"
"Kevin!" Aldo menatap Kevin dengan tatapan tidak suka.
Membuat Kevin tertawa kecil,"apa?"
Aldo menendang angin dengan wajah di tekuk,"gak tau ah!"
"Makanya yang halus coba yang manis."
"Gue laporin polisi lo udah nge hamilin gue." Aldo menatap tajam Kevin.
"Loh kenapa? Kan waktu itu kita sama-sama keenakan."
Wajah Aldo benar-benar memerah sekarang, ia malu sangat malu kalau mengingat kejadian waktu itu.
"Brengsek." Umpatnya.
"Ssstt anak manis gak boleh ngomong kasar."
Aldo mencibir,"inik minis gik bilih ngiming kisir, bacot lo."
Kevin mengeluarkan handphone dan berpura-pura sedang menelpon seseorang,"pak besok undangannya saya ambil ya..." Matanya melirik kearah Aldo.
Aldo hanya diam memandangi luar dari jendela mobil.
Membuat Kevin bingung,"dia gak ngoceh." Batinnya.
Tangannya memegang pundak Aldo tetapi langsung di tepis oleh lelaki mungil itu.
"Do, bercanda." Kevin membalikkan tubuh Aldo supaya menatapnya.
Aldo menatap Kevin dengan wajah yang berair, dia menangis hatinya sedang sensitif sekarang.
"Enggak-enggak maaf jangan nangis." Kevin mengusap kepala Aldo.
Aldo menepis tangan Kevin,"mau pulang!"
"Iya-iya, jangan nangis lagi." Tangan besar Kevin menangkup wajah mungil Aldo dan menghapus air mata lelaki itu.
~~~~~~~~~~
"Tante mana?" Tanya Kevin yang tidak melihat dimana Tante Sinta.
"Pergi." Jawab Aldo, kakinya melangkah ke kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BOYS LOVE] ONE MONTH [END]
Cerita Pendek"Take my hand, take my whole life too. For I can't help falling in love with you."-Kevin laksana. Sejak insiden waktu itu semuanya berubah. Karena dua teman perempuannya yang suka kalau Aldo berdekatan dengan Kevin yang notabenenya mereka sama-sama...
![[BOYS LOVE] ONE MONTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/331697954-64-k807800.jpg)