"Ada banyak merek madu disini." Gumam Kevin, melihat-lihat madu yang ada di botol dan ada yang sachet juga.
Lelaki tampan itu sekarang sedang berada di supermarket, untuk membeli madu yang Aldo inginkan.
Entahlah, lelaki mungil itu menginginkan madu yang murni, jadilah dia mencari di supermarket.
Kevin mengambil sebotol madu yang berukuran sedang,"ini aja kali, bisa gua cobain gak ya." Dia ingin membuka segel tutupnya tetapi,
"Loh Kevin?!"
Kevin menoleh mendengar ada suara yang memanggilnya, suara perempuan.
Itu Yura yang berjalan mendekatinya dengan senyuman,"Kevin, gue nyariin lu tau, dari kemaren."
Kevin menatap datar kearah perempuan tersebut, itu mantannya.
Sebenarnya Kevin dan Yura berpacaran sudah cukup lama hampir setahun, dan Kevin juga sudah memperkenalkan Yura kepada kedua orangtuanya, tetapi karena waktu itu sifat Yura yang maunya di turutin terus dan gak bisa ngertiin kalo dia juga masih sibuk belajar, jadilah Kevin memutuskan hubungannya.
Kalau ditanya pilih pacar atau prestasinya, sudah pasti prestasinya lah, dia mau menjadi orang yang sukses, dan Yura tidak pernah mau mengerti akan hal itu.
Kevin sudah muak dengan sifat Yura waktu itu, dan sekarang malah ketemu lagi.
Padahal setelah putus, mereka benar-benar tidak pernah bertemu atau bertukar kabar lagi.
Tapi Yura sekarang sudah menampakkan diri kembali di hadapannya.
"Heh! Kok bengong? Gimana kabarnya?" Yura tersenyum.
Kevin berdehem dan melangkah kearah kasir duluan.
Meninggalkan Yura yang melongo, dia berlari mengejar Kevin,"lu kok gak jawab si, sombong banget."
"Berapa mbak?" Kevin bertanya pada mbak kasir.
"Jadi ***** kak."
Kevin memberikan uang lebih,"makasih." Setelahnya ia pergi duluan.
Yura mendengus, dia masih mengejar Kevin sampai luar supermarket,"Kevin!"
Sampai di parkiran, Yura menghadang Kevin yang ingin masuk kedalam mobil.
Yura menatap Kevin,"kenapa si? Hubungan kita emang udah selesai, tapi emangnya kita gak bisa jadi temen?"
Kevin masih menatapnya datar,"minggir."
"Gue minta no hp lu boleh gak?"
Kevin membuang nafas kasar,"gua bisa kasar, minggir."
Yura tetep gak mau minggir,"please."
Kevin berdecak, dia menarik kasar tangan Yura untuk menjauh dari pintu mobil, dan dia langsung masuk kedalam mobil.
Yura memegangi lengannya yang sakit,"Kevin! Tangan—"
Mobil Kevin sudah melaju pergi duluan.
Membuat Yura mendengus kecewa,"emang mantan gak boleh jadi temen apa."
~~~~~~~~~~
"Nih sayang, mama udah potongin brownies nya." Mama Alea memberikan sepiring brownies yang dia beli di toko kue.
Aldo menerimanya dengan senyuman,"makasih mah."
Alea mengusap kepala Aldo,"pucet banget kamu sayang, kenapa bisa begini? Sama Kevin ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BOYS LOVE] ONE MONTH [END]
Historia Corta"Take my hand, take my whole life too. For I can't help falling in love with you."-Kevin laksana. Sejak insiden waktu itu semuanya berubah. Karena dua teman perempuannya yang suka kalau Aldo berdekatan dengan Kevin yang notabenenya mereka sama-sama...
![[BOYS LOVE] ONE MONTH [END]](https://img.wattpad.com/cover/331697954-64-k807800.jpg)