- Tak Sadar

209 11 0
                                        

Savina tak pulang malam ini, dia memutuskan pergi ke club malam bersama para asistennya. Mereka mimum bersama. Wanita itu sudah menelepon bibi Arum, baby sitternya Sean untuk menginap hari ini, dengan alasan sibuk dikantor.

"Nyonya terimakasih atas traktirannya."

"Hahaha, nikmati sepuasnya."

Savina menuangkan wine ke gelasnya. Dia ingin melupakan masalahnya sejenak dan melupakan bajingan itu.

"Apa suamimu tak melarangmu minum nyonya? Bukahkah putramu masih kecil."

"Haha, dia tidak peduli. Ini tubuhku, dia tidak bisa melarangku!"

Savina menikmati minumannya sambil melihat beberapa penari di dance floor. Malam ini dia ingin melupakan Sans, bajingan itu.

Disisi lain, Sans memasuki rumahnya. Namun, tak ada tanda- tanda Savina berada disana.

"Bibi Arum masih disini? Dimana Savina?" tanya Sans.

"Nyonya hari ini masih dikantor. Dia bilang tidak akan pulang."

"Begitukah?"

Sans mencoba menghubungi Savina. Namun, tak diangkat. Hanya ada suara operator yang menjawabnya. Dia memutuskan mengambil kunci mobilnya dan menyusul Savina ke butik.
Namun sesampainya disana, tak ada tanda- tanda seseorangpun disana. Butiknya sudah ditutup, bahkan mobil Savina tak ada disana.

Sans bertanya dengan pemilik toko disamping butik itu.

"Malam pak, apakah anda tahu kemana perginya pegawai toko disebelah?"

"Aku kurang tahu pasti, tapi tadi karyawan wanita sempat bilang mereka akan ditraktir dan bersenang- senang bersama bosnya. Aku tidak tahu kemana mereka pergi."

"Begitukah? Apa anda ada kontak mereka? Istriku tak bisa dihubungi."

"Sebentar, coba aku cari dulu."

"Ini, aku ada satu, waktu itu dia meninggalkan ponselnya disini."

"Terimakasih."

Sans langsung memasuki mobilnya. Dia segera menghubungi nomor itu. Awalnya tidak diangkat, namun untuk yang ke tiga kali mencoba akhirnya diangkat.

"Halo." Terdengar suara dentuman musik yang kencang disana seperti di club malam.

"Halo, aku ingin bertanya, apakah Savina bersamamu?"

"Kenapa bertanya bos kami hah? Siapa kau sebenarnya?!"

"Nyonya kau berdansa sangat lincah."

"Penari pria itu cocok denganmu."

"Dimana kalian sekarang?"

"Kita dimana ya?"

"Siapa yang menelepon?"

"Ohh di club."

Panggilan itu terputus. Sans mencoba melacak panggilan itu. Hanya ada satu club yang dekat dari sini. Sans melaju mobilnya segera pergi kesana.

>>>>

Sans sampai di club malam yang tengah ramai pengunjung. Pandangannya mencari cari dimana istrinya itu.
Dan akhirnya dia menemukannya. Terlihat Savina mabuk ditemani beberapa pria menari disana.

Sans langsung menariknya membawanya kedalam pelukannya.

"Sial! Lepaskan aku!"

"Lepaskan!" bentak Savina.

"Kau lupa punya suami yang pemabuk juga? Aku ingin minum bersamamu."

Sans minum dari gelas Savina. Sans tersenyum, dia mengingat dulu di club ini dia bertemu Savina, yang tak disangka sekarang menjadi istrinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 03 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SavinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang