Waktu berlalu sangat cepat. Tak terasa 6 bulan berlalu setelah mereka memiliki anak. Bagi Savina kehidupan rumah tangga mereka terasa datar, dan tak ada hal spesial setiap harinya.
Savina bangun ketika sinar mentari menyilaukan wajahnya. Pandangannya ke arah Sans yang sedang mengurus putranya dengan telaten, mulai dari menggantikan popok dan memberikannya susu. Bahkan Savina jarang mengurus Sean, karena sudah ada baby sitternya. Dan Sans juga tak memaksa Savina, karena dari awal wanita itu selalu menolak kehadiran putranya ini.
"Kau sudah bangun?" tanya Sans.
Savina hanya mengangguk.
"Aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Makanlah," ucap Sans perhatian.
Sans membuatkan bubur ayam kesukaan Savina. Dia tahu dari Sania, jika Savina sangat menyukai bubur ayam.
"Kau yang memasak sendiri?"
"Iya."
Tanpa disadari sudut bibir wanita itu melengkung tipis. 'Suami yang baik' batin Savina.
Savina mulai mencicipinya. Rasanya lumayan, bahkan sekarang bisa dibilang kemampuan memasak Sans meningkat.
"Hari ini aku akan bekerja. Nanti akan ada bibi yang akan membantumu menjaga Sean. Kau istirahat saja ya."
"Dan nanti pegawai salon akan datang untuk pedicure dan manicure untukmu."
Savina tertegun didalam hati. Setelah melahirkan Sean, selama 6 bulan ini Sans benar- benar sangat meratukannya.
"Dan ruangan yang disamping kamar ini sudah dibersihkan. Jadi nanti kau bisa tidur disana."
"Kita pisah kamar?" tanya Savina.
"Bukankah itu yang kau inginkan sejak awal? Aku hanya menuruti keinginanmu. Aku sadar, pasti selama ini suara tangisan Sean di malam hari membuat tidurmu tidak nyenyak. Maafkan aku."
Kenapa Savina merasa Sans agak berubah hari ini? Biasanya pria itu mencari cara mengejar Savina. Tapi sekarang berbeda.
"Bibi Arum sudah datang. Aku akan berangkat kerja."
Tak seperti biasanya, hari ini Sans pergi tanpa mengecup keningnya, Sans terlihat buru- buru meninggalkan rumah, entah apa yang terjadi dengan pria itu.
"Selamat pagi nyonya," ucap bibi Arum.
"Pagi bi, Sean ada dikamarnya ya bi."
"Baik nyonya."
"Bi, aku ingin bertanya, apa yang terjadi jika sikap pria berubah? Awalnya dia peduli, tetapi sekarang berbeda."
"Apa itu tuan Sans nyonya?"
"Tidak, temanku yang cerita." Bohong Savina, jujur dia tidak ingin Sans tahu jika dia menceritakan pria itu.
"Kemungkinan ada dua, yaitu jenuh dan selingkuh. Kadang, jika pria itu jenuh tidak bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkannya maka dia akan mencari hal lain yang lebih menarik."
"Banyak wanita lain diluar sana tidak seberuntung dirimu nyonya. Jadi jangan sampai kau kehilangan tuan Sans. Apalagi, tuan Sans tidak bisa memiliki anak lagi setelah kecelakaan parah yang dialaminya."
"Hah?! Apa maksud bibi?" Tanya Savina tak percaya.
"Saya tidak sengaja mendengar percakapan tuan dan ayahnya. Dokter juga tidak bisa berbuat apa-apa."
Savina terdiam, kenapa dia merasa bersalah? Apa karena kecelakaan Sans mengejar dirinya waktu itu? Jadi Sean adalah harapan Sans satu- satunya?
"Bibi harap pernikahan kalian langeng dan saling melengkapi satu sama lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
Savina
RomanceBermula dari penculikan dan kesalahpahaman yang menyebabkan hidupnya berantakan. Pria itu menyiksanya, menjadikannya jalang sebagai pemuas nafsunya. Sampai suatu hari semuanya terbongkar sampai tak mampu berkata-kata, dan menyadari jika benih- benih...
