“Gala, besok hari Minggu,” ucap Cia setelah mengajari Gala.
“Emang kenapa?”
“Gala nggak inget, Gala kan pernah janji mau temenin Cia ke mall.”
“Gala lupa ya, apa karena di atas tt Gala kena tembak jadi hilang ingatan,” ujar Cia menerka-nerka.
“Nggak nyambung aneh, di mana-mana yang luka kepala baru hilang ingatan.”
“Terus kenapa Gala lupa, kan Gala belum tepatin janji Gala ke Cia?”
Cowok itu menarik tangan Cia dan menggenggamnya erat.
“Gue nggak lupa. Dan nggak akan pernah lupa. Termasuk juga tulisan di kamar lo.”
“Tulisan apa?”
“Alicia Dierja, calon istri Gala di masa depan :)”
Cia menarik tangannya dan memegang ke dua pipinya erat.
“Gala, pipi Cia panas.”
Mendengar itu Gala justru tersenyum dan mengusap rambut Cia, wajah Gala maju hendak mencium pipi merah itu namun,
“Ehem, waktu istirahat udah abis. Lebih baik kalian balik ke kelas,” ucap Bu Heni yang langsung membuat tubuh Gala kaku.
“Eh– Ibu. Iya Bu, ini juga mau ke kelas,” jawab Gala menarik tangan Cia.
Sedangkan Bu Heni geleng kepala melihat kelakuan dua remaja itu.
“Bisa-bisanya mereka pacaran di perpus.”
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
GALASKAY
Teen Fiction"Gala, semangat," tangan Cia terangkat mengusap rambut Gala. Membuat Gala terpaku sejenak. "Gue mau jadi pacar Lo. Tanpa sya-rat." "Gala, jangan sedih lagi ya. Sekarang ada Cia," ujar Cia mengusap pipi Gala. Kisah ini menceritakan tentang Alicia gad...
