“Makasih, Mba,” ujar Gala pada penjual minuman itu.
“Iya sama-sama, Kak.”
Cia justru merenggut melihat pegawai itu senyum-senyum pada Gala.
“Nggak usah tebar pesona, bisa kan?”
“Siapa juga yang tebar pesona. Emang gue udah mempesona gini,” jawab Gala.
Mendengar itu Cia cemberut sambil memutar bola matanya malas.
“Muka Lo kayak orang susah.”
“Susah di lupain,” sambung Gala nyengir.
“Apaan sih gombal.”
“Gue nggak mau gombalin lo, maunya seriusin lo.”
“Gala?” tegur Cia yang melihat Gala terkikik.
“Apa Calis?”
“Kok Calis,” sungut Cia.
“Calon istri.”
Cia berdecak mendengar jawaban gala.
“Yuk cepet pulang,” ajak Cia.
“Iya Ayang. Sekalian gue mau sungkem sama orang tua Lo, mau makasih karena udah besarin jodoh gue.”
Gala nyengir melihat Cia memalingkan wajahnya yang merah.
Gemes:)
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALASKAY
Teen Fiction"Gala, semangat," tangan Cia terangkat mengusap rambut Gala. Membuat Gala terpaku sejenak. "Gue mau jadi pacar Lo. Tanpa sya-rat." "Gala, jangan sedih lagi ya. Sekarang ada Cia," ujar Cia mengusap pipi Gala. Kisah ini menceritakan tentang Alicia gad...
