Cia dan Gala sudah tiba di rumah Gala dengan maksud agar Cia bisa memasak dan membersihkan kamar cowok itu. Namun belum sempat dia masuk terdengar suara gadis memanggil Gala.
“Gala, udah pulang?”
“Hey, udah dong. Baru dateng?”
“Iya, nunggu jam kamu pulang sekolah,” ujar gadis itu tersenyum.
Sedangkan Cia menatap sebal pada gadis itu, bisa-bisanya dia dekat-dekat dengan Gala padahal sudah jelas di sini dia yang pacar Gala.
“Oh ya Cia kenalin ini tetangga plus sahabat gue dari kecil, Jeni. Jen, ini Cia.”
“Cia.”
“Jeni.”
Mereka saling berjabat tangan walaupun tanpa senyum di wajah keduanya.
“Gala, masuk yuk. Aku bawain makanan buat kamu,” ujar Jeni menyentuh lengan Gala yang membuat Cia ingin mencakar wajah gadis sok manis itu.
“Nggak usah repot-repot gue ke sini mau masak buat Gala,” ketus Cia.
“Gala, dia siapa sih kenapa judes banget jadi orang?”
“Dia–”
“Gue pacaran Gala, kenapa?” potong Cia sewot.
“Ya udah biasa aja, biasanya juga Gala makan bekal dari gue.”
“Jadi gitu?” tanya Cia pada Gala.
“Iya tapi gue bisa kok makan masakan kalian berdua.”
“Nggak,” jawab ke dua gadis itu serempak.
“Kamu makan bekal dari aku aja ya, nggak perlu masak lagi,” ucap Jeni.
Dan Gala justru menerima bekal itu di tangannya.
“Gala? Ih awas aja ya. Cia nggak mau ketemu kamu lagi, sana pergi aja sama si cabe itu,” sungut Cia sebal.
“Cia, bukan gitu. Ci–”
“Au ...,” Jeni berakting seolah tersandung dan langsung di tangkap oleh Gala. Di balik itu Jeni tersenyum remeh ke arah Cia.
Melihatnya Cia mengepalkan tangannya dan pergi dari sana.
“Udah biarin aja, nggak usah perduliin cewek kamu, kaya anak kecil aja ngambek,” potong Jeni mendorong Gala masuk rumah.
Sedangkan Cia terus mengomel sepanjang jalan sebab Gala yang mau saja di sentuh-sentuh padahal ada Cia di sana, di tambah gadis cabe itu yang membuat rencana mereka gagal.
“Dasar cabe nggak punya otak!”
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
GALASKAY
Teen Fiction"Gala, semangat," tangan Cia terangkat mengusap rambut Gala. Membuat Gala terpaku sejenak. "Gue mau jadi pacar Lo. Tanpa sya-rat." "Gala, jangan sedih lagi ya. Sekarang ada Cia," ujar Cia mengusap pipi Gala. Kisah ini menceritakan tentang Alicia gad...
