18. Galaskay

1.2K 26 0
                                        

“Gala, cepet jalannya kita udah telat,” ujar Cia menarik tangan cowok itu.

Namun Gala hanya terpaku di tempat.

“Gala, ayo cepetan. Udah sepi, udah masuk kelas semua!”

“Tunggu,” jawab Gala menarik tangan Cia hingga gadis itu berbalik dan menabrak dadanya.

“Ada yang ketinggalan.”

“Apa?” tanya Cia mendongak menatap wajah Gala.

Bukanya menjawab Gala justru mengurung Cia ke sisi tembok dan melumat bibir gadis itu hingga pipinya memerah.

Cup!

“Gue mau cium pipi lo yang merah ini.”

Cia membatu memegang bibirnya, tapi Gala menarik tangannya dan membawa gadis itu berlari menuju kelas.

“Stop, stop, Gala stop.”

Terlambat sang guru sudah menatap mereka di ambang pintu kelas.

“Galaskay, Alicia, kalian terlambat masuk kelas. Silahkan bersihkan kamar mandi dan jangan masuk pelajaran saya.”

Nah, kan .Mereka akhirnya di hukum juga, dengan muka lesu Cia berjalan mendahului Gala menuju kamar mandi.

“Ini semua gara-gara kamu tau nggak, kan Cia udah bilang stop tapi kamu lari terus. Harusnya kita masuknya itu pelan-pelan bukan kayak gitu,” gerutu gadis itu.

“Iya maaf kan gue nggak tau.”

“Cia juga nggak mau bersihin kamar mandi bareng kamu, nanti di apa-apain lagi.”

“Emang Lo fikir gue mau ngapain?”

“Ya apa gitu kan,”

“Hayo mikirin apa?”

“Nggak mikirin apa-apa tuh.”

“Gue tau, pasti Lo mikir gue bakalan per–”

“Gala! Nggak usah ngomong yang enggak-enggak ya. Aku–hua ....”

Gadis itu terpleset karena banyak omong dan tidak memperhatikan jalan.

Brug!

Muka Gala memerah menahan sakit saat Cia jatuh terpleset menimpa benda pusakanya.

[Argh! ... Masa depan gue udah ternodai] batin Gala.

“Hah? Gala, Maaf. Cia nggak sengaja.”

“C–Cia ... tanggung jawab” rintih Gala.

“Aduh gimana ya, Cia belum siap.”

Tbc

GALASKAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang