27.Galaskay

1K 24 0
                                        

“Enak nggak?” tanya Cia.

“Enak, mau lagi.”

Cia kembali menyuapkan omelette ke dalam mulut Gala sambil tertawa lucu melihat penampilan cowok itu yang acak-acakan.

“Andaikan Cia punya tembak, udah Cia tembak Gala.”

“Kenapa?”

“Soalnya udah menjajah dan menguasai hati Cia,” ujar gadis itu gombal.

“Paket lengkap nih calon istri gue, udah cantik, pinter masak, pinter gombal dan satu lagi pinter ngabisin duit lagi.”

Mendengar Gala terkekeh, Cia jadi cemberut sendiri. Baru di puji udah di jatuhin lagi.

“Kalo ngabisin duit mah emang udah tugas Cia.”

“Nggak masalah, duit bukan beban buat gue.”

“Iyalah beban Gala kan Cia” gadis itu tertawa.

“Siapa yang ngajarin ngomong kaya gitu?” semprot Gala.

“Lo bukan beban buat gue, Lo hidup gue.”

Hening, tak ada suara. Cia tau Gala mengatakan itu dengan sungguh-sungguh meski wajahnya datar.

“Iya Maaf.”

“Sini deket,” perintah Gala.

Cia pun mendekat dan tanpa terduga Gala mendudukkannya di atas meja menghadap cowok itu.

Tangan kekarnya perlahan menggenggam tangan Cia.

“Jangan ngomong kaya gitu lagi, gue nggak suka.”

“Kenapa?”

“Karena itu semua salah, Cia. Lo bukan beban, yang ada gue bisa gila kalo Lo ninggalin gue,” jelas Gala.

“Gue mau buktiin kalo gue serius sama lo, lo mau nggak nikah sama gue?”

Cia melongo.

“Gala, kayaknya demam kamu kambuh lagi deh?”

Tbc

[Masih sekolah hoy, inget. Ini bukan cerita soal pernikahan di bawah umur, Author auto ngambek sama Gala. Makin ke sana makin kesini. Maaf author jadi misuh karena part ini😐]


GALASKAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang