-SPESIAL PART-

37.2K 3.5K 104
                                        

Author re-pub nggak tau dalam rangka apa, hehehe...








-HAPPY READING-

Seorang wanita duduk di meja kerjanya, selain bekerja di suatu perusahaan, ia masih sempat menulis cerita-cerita yang sebagian sudah diterbitkan, dan tak tanggung-tanggung setiap karya nya di terbitkan, pasti menjadi novel dengan gelar Best Seller.

Saat sedang fokus mengetik di laptop nya seseorang menepuk nya, membuat ia menoleh kebelakang.

"Beb," ujar lelaki yang sangat sering datang ke rumah nya.

"Hm?" Jawab Riana kini ia kembali berkutat dengan aktivitas nya.

"Lagi nulis?" Tanya Reyhan.

"Iya, kenapa?" Balas Riana.

"Kayak kamu itu niat banget ya nulis nya, setiap ada waktu senggang pasti nulis," desah Reyhan.

"Lebih tepatnya ngetik ya beb, lagian ini hobi gue, jadi gue ngerjain nya sepenuh hati, makanya hasil nya pun menarik hati para pembaca gue," balas Riana mengibaskan rambutnya sombong.

"Halahh alasan utama nya itu paling cuan, yang selama ini kamu udah dapet puluhan juta," ledek Reyhan.

"Nah itu Lo tau, udah ah sana! Nonton kek Lo di ruang tamu," usir Riana.

"Dih anda mengusir saya? Awas ya, tidak akan mau lagi saya nerbitin buku anda," ujar Reyhan mengganti panggilannya menjadi sangat formal sama seperti disaat mereka sedang rapat membahas proses penerbitan karya-karya Riana.

"Dih, nggak peduli masih banyak penerbit yang mau minang karya-karya cemerlang gue," ujar Riana dengan wajah julid nya.

Tangan nya langsung di genggam Reyhan.

"Jangan gitu dong beb, entar aku nggak punya novel-novel terbaik hasil terbitan perusahaan aku," ujar Reyhan merengek, tak akan ia biarkan itu terjadi yang ada hanya dirinya lah yang rugi disini.

"Yaudah ah lepas! Makanya jangan ganggu, pergi nonton sana, atau main hp kek, apa kek, ngebabu juga nggak apa-apa," kembali Riana mengusir pria itu.

"Iya-iya aku pergi dulu, bye Bebeb ku!" Ujar Reyhan lalu mengedipkan matanya manja.

Riana bergidik geli, untung saja lelaki yang sedikit melehoy itu teman seperjuangan sekaligus rekan kerjanya, kalau tidak sudah Riana tendang lelaki itu sedari tadi.

Riana mendengus kesal lalu kembali mengarahkan atensi nya ke arah laptop nya dengan layar yang sudah padam karena sudah beberapa menit tidak tersentuh.

Sebelum kembali mengetik ia menarik nafas nya dalam-dalam, menulis harus dengan mood yang bagus agar hasil nya juga bagus.

Riana tersenyum, jari-jari lentik nya kembali bermain di atas tombol keyboard itu.

Namun masih beberapa detik, ada lagi yang menepuk nya dari belakang.

Riana menarik nafasnya menahan amarahnya.

"Apalagi sih Reyyy?!" Ujar Riana lalu berbalik, lalu terdiam melihat seseorang yang ternyata bukan Reyhan.

"Kenapa sih? Kayak nya kesel banget?" Tanya pria dengan jas putih yang masih melekat di tubuh dengan proporsi yang bagus itu.

Riana menggeleng sambil tersenyum, ia berdiri menaiki kursi kerja nya lalu melompat ke tubuh pria tampan yang sudah menjadi kekasihnya selama 6 tahun terakhir.

"Nggak apa-apa, kok udah pulang? Tumben ini masih jam 4 sore loh, nggak ada pasien emang nya?" Tanya Riana menunduk menatap wajah pria yang juga tersenyum ke arah nya, posisinya sekarang ia sedang di gendong ala koala.

Si Culun Glow Up [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang