-SPESIAL PART II-

5.9K 181 3
                                        

Lagi dan lagi, author up bab baru nggak tau dalam rangka apa.
Dalam rangka nyenengin readers ku mungkin ya? 🫂




-HAPPY READING-




Riana menatap kekasihnya dari balik jendela, aneh padahal baru 7 hari yang lalu lelaki itu mengajaknya untuk bepergian, tumben sekali Aldreano memiliki banyak waktu untuknya.

Riana menggelengkan kepalanya lalu membuka pintu, dirinya langsung disambut oleh pelukan hangat sang kekasih.

"Udah?" tanya Al.

Riana tersenyum lalu mengangguk.
"Kita mau kemana?"

"Tempat yang spesial," jawab Al menggandeng tangan Riana lalu menuntun gadis itu agar segera memasukinya mobilnya.

Selama di perjalanan tak ada puasnya Riana menatap ke arah Al, ia tidak tau apa maksud lelaki itu, ia hanya disuruh mengenakan sebuah gaun kasual yang sangat cocok dengan kemeja yang kini Aldreano pakai.

"Udah natap nya ah, nggak fokus nih," celetuk Al lalu menyapu wajah Riana dengan telapak tangannya yang lebar.

"Yee, nggak perlu digini-in juga kali, udah make-up cantik-cantik juga," balas Riana.

"Lama lagi?" tanya Riana.

"Iya, tidur aja nanti aku bangunin," jawab Al mengusap lembut surai hitam milik Riana.

Tak butuh waktu lama, dengkuran halus masuk ke pendengaran Al, gadisnya sudah tidur ternyata.

Sekitar 20 menit kemudian mobil Al akhirnya sampai ke tempat tujuannya, ia menoleh ke samping, Riana masih tertidur pulas, sedikit tak tega untuk membangunkan nya, namun ia takut mereka akan memakan waktu yang cukup lama disini.

"Na, Riana, Sayang bangun, udah sampai," Ujar Al sembari menepuk pelan pipi Riana.

Lenguhan pelan terdengar, Riana menatap ke sekeliling lalu menyerngit bingung, kenapa tujuan nya kesini lagi?

Al keluar terlebih dahulu lalu membuka pintu di bagian Riana, kembali ia menggenggam tangan Riana lalu membawanya ke tempat favorit mereka.

"Kok kesini lagi?" tanya Riana langsung duduk di kursi yang terdapat di pantai yang suka mereka kunjungi, kursi panjang itu milik mereka.

"Coba ingat-ingat kita kesini karena apa aja?" pancing Al sembari menaikkan ujung lengan kemejanya sampai kesiku.

"Kalau ada hari-hari spesial. Dulu waktu pertama kali aku di skorsing, hari terakhir aku di skorsing, pertama kali kita jadian, setiap kita ultah, setiap kita anniversary, intinya kita kesini karena emang ada hal penting yang harus kita lakukan," terang Riana.

"Jadi?" tanya Al lagi.

"Jadi...aku bingung kita kesini ngapain lagi, ultah kita berdua udah lewat, anniv kita juga udah lewat 7 hari yang lalu," jawab Riana kebingungan.

Al menghela nafas, salah memang mengajak seorang Riana untuk romantis-an, otaknya kadang nge- bug.

Tak ingin berlama-lama Al langsung bersimpuh di depan Riana, membuat Riana yang tadinya terdiam menikmati suasana pantai langsung terkejut.

Tangan kekar Al naik meraih kedua tangan lentik milik Riana. Ia menatap lurus tepat langsung ke kedua netra indah milik Riana.

"Na? Hubungan kita udah 7 tahun, pendidikan yang kita tempuh udah selesai, bahkan sekarang kita udah punya pekerjaan masing-masing, aku atau mungkin kamu juga menginginkan hubungan yang lebih, selama 7 tahun udah cukup buat kita saling mengenal, pekerjaan kamu nggak ngelarang kamu terikat tali perkawinan sama halnya dengan aku." Ujar Al masih setia memandang wajah indah Riana, kini mata gadis itu mulai memerah

Tangannya bergerak mengambil sesuatu di dalam saku kemejanya, Al menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembus kannya perlahan.

"So? will you marry me?" tanya Al dengan tatapan yang sangat tulus.

Tangis Riana pecah saat itu juga, ia mendongak sebentar sebelum kembali menatap wajah tampan penuh harap milik Aldreano.

Riana membekap mulutnya lalu mengangguk sebagai tanda terimanya, namun merasa belum cukup, akhirnya ia membuka suara.

"Yes i Will," jawab Riana dengan sungguh-sungguh.

Senyum hangat terukir di bibir Aldreano, ia bangkit langsung memeluk erat tubuh Riana.

Ia sangat bersyukur 7 tahun terakhir hidupnya benar-benar indah, semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya, kini ia tidak tau bagaimana cara mengutarakan isi hatinya.

Rasa bahagia seolah-olah memeluk kedua insan yang sedang berpelukan itu.

Hidup mereka benar-benar berubah tidak ada hal-hal menyakitkan lagi yang datang menghampiri kehidupan mereka.

Mereka benar-benar bersyukur.







-Tak ada satu kata pun yang dapat mengartikan perasaan mereka sekarang, jikalau ada di atas kata bahagia maka kata itu cocok untuk mereka-

Si Culun Glow Up [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang