-SPESIAL PART III-

24.3K 280 16
                                        

Dan yap, ini author up bab baru untuk nyenengin para readers kuu.
Hihihi.
1750 KATA UNTUK KALIAN💗





-HAPPY READING-



10 tahun yang lalu [2]


Di balik sebuah pohon, Meri menatap benci kedua pasang sahabat yang ada di depannya, rasa irinya meluap ke permukaan.

Bahkan setelah ia mencuri perhatian Catherine, Riana masih tetap bisa bermain dengan Catherine dan itu semakin membuat rasa benci Meri lebih lagi terhadap Riana.

“Aku bingung kenapa banyak yang mau temenan sama dia!” ujar Meri lirih, padahal sebenarnya ia pun tau jawabannya. Siapa yang tidak mau berteman dengan seorang Riana yang cantik, pintar, ramah, walaupun dia berada di keluarga yang pas-pasan, berbanding terbalik dengannya yang hanya mengandalkan rupa dan harta.

Tak sengaja pandangan Meri bertemu dengan Catherine, Meri semakin menajam kan penglihatannya, terlihat di sana Catherine langsung menarik tangan Riana untuk pergi, kedua bocah itu pergi meninggalkan Meri yang masih tetap di posisinya.

Meri menghela nafas lalu memilih untuk pergi juga, ia muak melihat sepasang sahabat itu.
“Kenapa Cath? Kok kamu narik aku?” tanya Riana setelah dibawa jauh dari tempat mereka sebelumnya.

“Yang tadi itu temen aku, kayak nya dia ngeliatin kamu, mungkin dia pengen temenan sama kamu, dan aku nggak mau itu terjadi, nanti dia lupain aku karena kamu, awas kalau kamu mau ngerebut teman aku lagi!” ujar Catherine penuh emosi.

“Kenapa sih Cath? Nggak ada yang mau ngerebut teman kamu, aku—“

“Halah kamu selalu ngomong kayak gitu, tapi setiap aku ngasih tau temen aku ke kamu, pasti mereka jadi lebih peduli ke kamu, aku dilupain karena kamu Na!”

“Semua karena kamu, temen aku menjauh, ranking aku turun, orang tua aku selalu  ngebandingin aku sama kamu, perhatian orang tua aku malah ke kamu, intinya aku udah nggak suka kamu Riana!” pekik Catherine mendorong Riana sampai terjatuh.

Riana menatap bingung Catherine.
“Mungkin Catherine lagi nggak enak badan, makanya jadi mudah marah-marah,” monolog Riana dalam hati.

“Kamu nggak jelas Cath, lebih baik aku pulang dulu deh, tadi Bunda bilang kami mau ketemu Nenek, jadi aku pergi dulu ya? Dadah.” Ujar Riana lalu pergi meninggalkan Catherine yang masih menatapnya sinis.
____________

“Mau kemana om? Kok pakai baju hitam sama topeng kayak gitu?” Tanya Meri penasaran, baru sampai di kediamannya sudah disambut oleh anak buah Daddynya yang berpakaian aneh.

“Anak kecil tidak perlu tau.” Jawab salah satu dari antara mereka.

Meri mencebikkan mulutnya.

“Tinggal ngejawab apa susah nya sih!” cibir Meri lalu memilih masuk ke dalam rumah mewahnya.

“Dad!” pekik Meri senang tumben sekali masih siang Daddynya sudah di rumah.

“Hai sayang!” balas Daddy Meri langsung menggendong tubuh mungilnya.

“Dad? Di depan pada mau kemana sih? Kok aneh gitu bajunya, mana pakek topeng lagi,” tanya Meri, rupanya rasa penasarannya belum luntur juga.

Si Culun Glow Up [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang