Satu Hari Bersama Anda

49 4 0
                                        

Sebenarnya di hari Minggu ini Bulan sudah mempunyai planning tersendiri untuk menghabiskan waktu di rumah sekedar melanjutkan cerita yang ia buat. Namun, rencana hanya tinggal rencana, karena faktanya sekarang ia sudah ada di taman bermain, Dufan. Yap, siapa lagi pelaku utamanya jika bukan si Tuan Muda Andra.

Seperti yang sebelumnya Bulan bilang, selepas Andra menghilang tanpa kabar, pemuda itu akan kembali dan mereka akan menghabiskan waktu bersama. Heum, pagi tadi tanpa memberitahu terlebih dahulu pemuda jangkung dengan kulit putih itu sudah berada di depan rumahnya dan ternyata ia sudah mendapatkan izin dari Mira untuk membawanya keluar.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 ketika mereka sampai di sana, karena sebelum ke Dufan mereka lebih dulu mampir ke pusat perbelanjaan dengan alasan Andra ingin membelikan kado untuk sang mama yang sebentar lagi ulang tahun.

"Ayo, bantu cariin. Lo kan cewek, harusnya tau selera sesama cewek itu gimana," ucap Andra saat mengelilingi mall ketika Bulan selalu menjawab pertanyaan dengan 'tidak tahu'.

Bulan mendengus. "Bukannya gitu, Ndra. Tapi gue emang gak tau harus ngasih rekomendasi apa secara gue gak tau mama lo orangnya gimana."

Andra bungkam, sejujurnya ia juga tidak tau hal apa yang disukai dan tidak disukai oleh mamanya. Selama ini jika Siska ulang tahun Andra hanya akan memberikan buket bunga mawar putih ditambah dengan kartu ucapan. "Gue juga gak tau mama sukanya apa," cicit Andra pelan dengan tangan yang menggaruk tengkuk tak nyaman.

Oke, sepertinya Bulan memang salah bicara. "Yaudah, gimana kalau kita cari …" ucapan Bulan tertahan dengan mata yang mengedar ke sekeliling guna mencari toko yang pas, bibirnya tersenyum tipis ketika melihat sebuah toko perhiasan. "Kalau kasih kalung aja gimana?" ujarnya tanpa mengalihkan pandangan dari toko itu.

Mata Andra sontak mengikuti arah pandang Bulan. Ia tersenyum kecil. "Oke, ayo!"

Bulan hanya bisa pasrah ketika Andra langsung menggandeng tangannya tanpa izin untuk menghampiri tempat yang dimaksud.

Namun ternyata kebingungan mencari kado itu tidak berhenti sampai sana, karena ternyata memilih desain lebih sulit daripada menentukan pilihan tadi.

"Yang mana, Lan? Gue bingung." Andra meringis dalam nada bicaranya.

"Gue juga bingung, Ndra. Semuanya bagus dan kayaknya bakalan cocok semua, apalagi mama lo cantik banget," kata Bulan dengan pujian di akhir kalimatnya. Ya, tadi Andra sempat memperlihatkan foto Siska guna membantu memudahkan mencari yang pas, tapi bukannya membantu itu malah semakin mempersulit.

"Jadi gimana?"

"Hehe, gue juga gak tau."

Andra menghela napas. "Coba lo pilih yang paling lo suka, cuman sorry banget gue belum bisa beliin lo."

Kening Bulan mengkerut.

"Tapi nanti gue bakalan kasih lo kalung juga."

"Ndra, semua yang udah lo kasih ke gue itu udah berlebihan banget dan gue gak mau dicap sebagai orang yang manfaatin lo doang."

Mendengar itu Andra terkekeh. "Dengar, gue yang ngasih ke lo jadi jangan berpikiran bahwa lo manfaatin gue. Ya udah, sekarang pilih dulu yang lo suka banget sama yang lo suka aja."

"Kok dua?"

"Heum, biar yang lo suka aja nanti gue kasih ke mama dan yang lo suka banget mungkin nanti gue belinya nyusul."

"Ndra tap-"

"Tinggal pilih, Lan. Lagian gue gak beliin lo sekarang kok."

Akhirnya Bulan pasrah, percuma saja ia terus berdebat dan ujung-ujungnya tetap kalah. Dengan teliti ia melihat-lihat koleksi kalung di dalam etalase toko itu dan tangannya pun ikut menelusuri ke mana matanya melihat.

SEMICOLON (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang