Setelah kembali dari menonton, keduanya masuk ke dalam apartemen mereka dengan mengucapkan salam lalu keduanya sama-sama saling membersihkan diri. Halenta yang menunggu sang istri tepat di seberang pintu kamar mandi, ia sambil tersenyum dengan senyum yang tak tertahankan. Tak sadar telah membuat Celinesse menatapnya malu di dalam sana. Oh, apakah sepenuhnya ia sudah jatuh cinta? Salah, yang benar adalah ia sungguh mencintai makhluk ciptaan Tuhan yang begitu sempurna di matanya yaitu suaminya.
Selesai bersih-bersih, Halenta tak sabar ketika sang istri melewatinya begitu saja. Halenta pun beranjak menyusul sang istri yang pergi ke ruang tamu. Disana keduanya duduk berdua dengan sangat mesranya. Lagi, Halenta begitu ingin menguasai semua yang ada pada diri sang istri namun ia hampir melupakan bahwa apa yang dia miliki juga ciptaan Tuhan nya yang begitu ia cintai. Maka dari itu ia menciumi seluruh permukaan wajah sang istri dengan sayang. Ia sungguh-sungguh ingin mengabulkan apa yang sang istri sedang keluhkan. Padahal ia tak masalah dengan itu, dengan mungkin Alloh belum bisa memberi apa yang mereka inginkan yaitu buah hati.
Keduanya pun setuju kembali ke kamar untuk beristirahat. Tidak sampai disitu, Halenta yang memenangi nya malam itu sampai keduanya tidur terlelap.
**
Pukul 4 pagi, keduanya saling membersihkan diri. Hingga shubuh tiba keduanya sholat shubuh dengan khusyu' tak sampai disitu. Halenta ternyata tertidur setelah beberapa menit sholat shubuh. Ia bahkan tak kuasa menahan kantuk.
Pukul 8 pagi. Halenta bangun dan buru-buru membersihkan diri. Ia melihat disamping tempat tidurnya sudah tidak ada sang istri. Dan ternyata saat ia kelar mandi dan memakai baju, ia baru teringat bahwa tadi selesai sholat shubuh ia tertidur tanpa istrinya. Saat sudah rapih dengan pakaian casual nya. Dia mendapati sang istri tengah membuatkan kue dengan siapapun yang berada disana akan mencium aroma kayu manis yang begitu harum.
"Maaf, aku tertidur sayangku. Aku sangat menyesal." ucapnya lalu melumat bibir istrinya dengan begitu santainya.
Celinesse memukul pelan bahu Halenta untuk berhenti. Halenta pun tersenyum di sela ciumannya lalu berhenti. Ia memeluk tubuh istrinya yang begitu ia damba. Terakhir, ia kecup telapak tangan istrinya dengan sangat lembut.
"Terimakasih, kamu sangat menghargai aku ternyata."
"Jangan bicara apa-apa. Kamu sekalipun nggak tau betapa aku sangat bersyukur memiliki kamu. Dan kamu tentu nggak percaya itu."
"Aku percaya." respon santai Celinesse membuat Halenta membulat kan kedua matanya.
"Terimakasih, istriku." ucapnya lalu dikecup nya lagi bibir sang istri.
"Duduk yang rapih,"
"Iya, siap, sayang." di akhiri oleh kekehan yang membuat Halenta lucu melihat istrinya yang tahu bahwa dia sedang tak bisa diam saja ketika melihat sang istri sedang membuat kue.
"Aku mau bantu kamu, sayang."
"Udah, kamu sarapan dulu ya. Biar perut kamu nggak sakit. Setelah itu nanti coba kue buatan aku ya." sambil mengambilkan semua makanan dalam satu piring dan memberikan pada suaminya.
"Pasti, sayangku, istriku."
Celinesse tersenyum melihat Halenta begitu semangat mengunyah makanan sarapannya. Memang, Celinesse tidak begitu bisa dalam hal memasak namun sang suami tidak menuntut bahkan ia menawarkan untuk memiliki asisten rumah tangga. Namun, ia menolak karena ingin mencoba berusaha untuk belajar. Dan makanan yang Celinesse pelajari mulai ia kuasai dengan baik. Bahkan saat ini, ia sedang membuat kue yang hampir selesai juga dengan percobaan ke lima kalinya ia gagal tanpa suaminya itu tau. Celinesse tak tahan ingin tersenyum melihat Halenta mencoba untuk menyelesaikan sarapannya agar bisa membantunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HALENTA (Completed)
Storie d'amore^Blurb^ [16+] Halenta. Adalah seorang cowok dingin yang sangat manis. Akan bersatu dengan air yang mengalir penuh rahasia kehangatan adalah. Celinesse. #31 August 2021
