12

234 18 7
                                        

Akhirnya terjadi juga.

Di tengah perdebatan orang tua di kantor Kepala Sekolah. Daniel dan Taesung benar-benar berkelahi di depan pintu.

Daniel tidak bisa menahan emosinya saat Taesung terus saja mengejek dan memprovokasi. Hingga kakak kembar Hyungseok itu memukul wajah Taesung sampai jatuh ke lantai, lalu menindihnya.

Pukulan bertubi-tubi Daniel layangkan terus ke wajah Taesung tanpa ada perlawanan yang berarti.

Hyungseok menggigil ketakutan di sana, tidak bisa melakukan apapun dan menatap khawatir perkelahian sepihak itu. Lalu Janghyun, dia pun juga ikut terkejut dan reflek berdiri.

"Hentikan! Akh! Hentikan, sialan! Sakit! Mama!!"

Taesung terus merengek di bawah Daniel yang masih terus memukulnya. Air mata sudah banjir di wajah yang mulai bonyok.

Pintu ruang Kepala Sekolah terbuka tiba-tiba.

Ibu Taesung yang mendengar anaknya di luar ruangan langsung menghampiri dan begitu terkejut melihat anaknya dianiaya di depan matanya. Maka dengan emosi dia menarik Daniel dengan kasar untuk menjauh dari anaknya. Tidak peduli anak itu terlempar hingga jatuh ke lantai.

"Anakku, anakku Taesung! Omo! Kenapa ini?"

Ibu Park juga terkejut melihat situasi tersebut. Meskipun dia merasa tidak terima anaknya dilempar sembarangan seperti barusan, dia lebih mementingkan kondisi Daniel.

"Daniel kamu baik-baik saja?"

"Bunda..."

Janghyun melihat suasana jadi kacau seperti ini dengan pandangan tidak percaya. Tuan Kim selaku sekretaris ayahnya sudah ada di sampingnya dengan ekspresi datar.

Tidak disangka kondisinya akan semakin kacau hanya karena masalah yang ditimbulkan oleh anak kecil.

Dia melirik tuan mudanya. Janghyun menyadari arti tatapan tersebut dan hanya bisa reflek menunduk. Tuan Kim hanya melirik sebentar dan kembali melihat ke depan.

Ibu Taesung yang tempramennya sudah buruk kembali marah-marah. Ibu Park sudah tidak bisa menolerir tuduhannya dan akhirnya berdebat hebat. Pihak sekolah termasuk Kepala Sekolah sudah tidak bisa lagi ikut campur dan berkahir diabaikan.

Saat itu, ucapan Tuan Kim membuat Janghyun terdiam sebelum akhirnya pergi dari sana.

"Saya tau Tuan Muda mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah di awal. Dan karena ketidakpedulian Tuan Muda, kejadian ini terjadi. Saya akan melaporkan masalah ini sebagai kesalahan Tuan Muda pada Presdir. Kalau begitu, Saya permisi dulu."

Janghyun tidak bergerak di sana, kepalan tangannya mengerat dengan keras dengan wajah mengeras juga. Dalam hati tidak menerima dengan tuduhan tersebut bahwa semua kejadian ini adalah ulahnya. Karena dari awal, mereka yang salah kenapa harus dia yang disalahkan.

Tidak terima dituduh seperti itu, Janghyun kekeh tutup mulut bahkan sampai keesokan harinya.

Semuanya kembali seperti semula meskipun atmosfernya agak berbeda. Daniel dan Hyungseok pindah bangku yang cukup jauh dengan bangku Janghyun dan Taesung. Dan mengenai perkelahian kemarin, semuanya sudah selesai dengan kedua saling meminta maaf satu sama lain. Taesung pun meminta maaf ke Hyungseok juga karena Daniel tetap kekeh.

Setelah pemukulan sepihak, Taesung jadi merasa takut kepada Daniel. Meskipun tubuhnya lebih besar dari anak-anak lainnya, nyatanya Daniel lebih kuat.

Alhasil, Taesung jadi lebih pendiam setelah beberapa hari tidak masuk sekolah karena sakit. Wajahnya babak belur dan dimarahi habis-habisan oleh ibunya di rumah, hingga moodnya jadi jelek setelah masuk sekolah. Anak itu pun terus menghindari Daniel dan tidak banyak berulah dengan menganggu anak-anak lainnya seperti biasanya.

𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang