"Baiklah, saya sudah menginformasikan masalah ini ke pihak admin. Dengan pertimbangan dari Ketua OSIS, postingan yang menjerumuskan orang-orang beropini buruk seperti ini akan langsung dihapus."
Hyungseok tersenyum sumringah sekaligus lega. Untung saja bisa diselesaikan semudah ini. Meskipun tetap saja masih banyak bintik matahari yang kurang nyaman dengannya nanti.
"Terima kasih, anu—Seo seongun-ssi."
'Hah, biarlah kayak gini dulu. Yang jelas, aku harus cari tahu dulu siapa yang ngirim postingan tersebut.'
"Apa aku boleh tau siapa yang ngirim postingan itu?" Seongun menatapnya bertanya. "Ah, aku ingin silahturahmi sambil kasih sapaan ringan untuknya." Lanjutnya sambil cengengesan.
'Gak, deng. Satu tonjokan saja belum puas buatku.' Batinnya penuh dendam.
Seongun tidak langsung menjawab dan malah berdiri. Berjalan dengan langkah santai mengitari mejanya dan berhenti tepat di depan Hyungseok.
Proporsi tubuh di antara mereka benar-benar berbeda. Hyungseok perlahan mendongak dan menemukan wajah serius di sana.
Tubuh itu begitu atletis, sekujur tubuh yang ditato nyatanya berhasil membuat Hyungseok mematung di tempat. Dalam hati berteriak, berusaha mengatur ekspresinya sebiasanya mungkin.
'Sial! Emang ada ya manusia seksi semacam Seo Seongun di dunia nyata?'
'Gak ada!'
Matanya reflek menutup rapat saat jantungnya seketika berdebar. Maafkan hatinya yang selalu lemah terhadap sesuatu yang berkilauan, rupawan, dan...
"...Seksi."
"Hm?"
Tanpa sadar, isi pikirannya keluar. Mulutnya reflek dia bungkam dan langsung berbalik. Berlari dengan panik sambil merutuki mulutnya yang tidak bisa diam. Berusaha meraih gagang pintu dan ingin membukanya.
Namun gagal sebab satu tangan kekar menahan pintu. Memenjarakan tubuhnya begitu mudah di antara pintu dan Seongun di belakangnya.
'Astaga! Dia ngapain?!'
"Eu, eum.. Permisi, aku mau pergi. Bisa tolong minggir dulu..!"
"Kenapa? Bukankah kamu ingin tau siapa yang mengirim postingan itu? Kamu belum mendengarnya."
'Ah, masa bodo dengan itu! Aku bisa cari sendiri nanti..!'
"Itu, gak masalah! Bisa lain kali, kok."
Seongun semakin mendekatkan wajahnya ke perpotongan leher Hyungseok. Wangi menthol segar menyeruak di setiap helai rambut pemuda yang lebih kecil. Rasanya menyegarkan.
"Kalau begitu, kita bakal ketemu lagi nanti."
Melotot. Hyungseok kembali salah bicara. Semenakjubkannya sosok Seo Seongun, dia mana berani bisa berdekatan dengan salah satu karakter gila seperti dirinya. Mengingat kembali bagaimana karakter webtoon ini menggila, wajahnya yang digambar oleh Park Taejoon sendiri selaku pembuat Lookism terlihat seperti pria gila mesum, berhasil membawa Hyungseok dalam tawa renyah yang menggelegar.
"Hahaha—hmp!"
Lagi-lagi, Hyungseok tidak sadar dengan apa yang dia lakukan dan langsung membekap mulutnya.
Seongun dalam diam penasaran, ada apa dengan Hyungseok kali ini. Hanya ikut terkekeh dan menarik tangannya dan memasukannya ke dalam saku celana.
Hyungseok pun perlahan berbalik dan memandang pemuda itu, merasa sangat malu. "Eum, itu—a-aku, maksudku, kita gak usah ketemu nanti."
"...Kenapa? Apa kamu tidak senang bertemu denganku? Tanyanya pelan, melupakan formalitas sebelumnya.
"A, ah... Maksudku, kupikir kamu sibuk mengingat pekerjaanmu sebagai wakil ketua OSIS. Aku gak mau ganggu dan biarkan masalah ini aku aja yang urus sendiri. Gitu...."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)