Hyungseok dengan gerakan panik, bingung apakah akan masuk kembali ke dalam atau kabur secepat mungkin dengan kakinya.
Tapi opsi kedua akan langsung ketahuan, jadi lebih baik masuk kembali ke dalam dan masuk ke salah satu bilik secara acak.
Menutup pintu bilik, Hyungseok mundur dua langkah, namun dia menabrak sesuatu di belakang kakinya hingga menyebabkan dirinya jatuh.
Rasanya empuk dan kering, tidak seperti dudukan toilet yang keras, seperti paha seseorang.
Seketika menengok, membuatnya melebarkan matanya syok.
Dia salah milih tempat?!
"Anu, ma—maaf. Aku gak sengaja masuk ke sini—"
Bertepatan dengan ucapannya, pintu kamar mandi terbuka, Hyungseok reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Sudah berakhir, lebih baik dia bersikap tidak tahu malu dulu sekarang. Mengangkat kedua kakinya agar tidak terlihat di bawah pintu, meringkuk sekecil-kecilnya berusaha menjadi udara tak kasat mata.
Sementara dirinya berusaha tidak ketahuan, pria dengan setelan jas formal itu memandang belakang leher Hyungseok yang jenjang.
Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan pria dengan rambut yang ditata rapih itu, kacamata hitamnya menutupi emosinya yang terlihat dingin di luar.
Namun melihat pria ini diam saja bahkan ketika dirinya tidak sopan duduk di atasnya, Hyungseok sedikit lega tapi tetap was-was.
Untung saja, pihak sana hanya mencuci di wastafel lalu pergi setelah empat menit. Mendengar pintu dibuka lalu ditutup, akhirnya Hyungseok bisa bernapas lega.
Syukurlah!
Lalu teringat pria di belakangnya, seketika melompat ke depan dengan cepat. Hyungseok membungkuk meminta maaf dengan tulus, "Maaf Pak. Aku gak sengaja masuk ke tempatmu. Aku buru-buru tadi dan gak liat-liat sebelumnya."
"....."
Hyungseok cemas dengan reaksi pria tersebut, melupakan fakta bahwa pria di depannya tidak melorotkan celananya seperti seseorang yang ingin buang air. Terlihat rapih dan udaranya lebih mirip rokok yang cukup pekat.
Apa orang ini ngerokok di kamar mandi?!
Gawat!
Ini sudah jelas, pria di depannya adalah preman, atau mungkin seorang rentenir. Biasanya yang seperti ini sangat menakutkan dan galak.
Hyungseok ingin menangis dan menyalahkan Jihoon yang tiba-tiba datang.
Mengintip dari balik topi miliknya, menemukan jas formal itu berwarna hitam. Semakin ke atas dia menemukan kacamata hitam bertengger di wajahnya.
Seketika mencap orang ini dengan kata: Aneh banget.
Itu Jonggun, dia berencana merokok satu batang karena jenuh, tapi sebelum dia menyelesaikannya, seseorang datang membuka pintu bilik dan duduk di pangkuannya.
Melihat anak ini panik, kemudian kembali rileks, tapi panik lagi dan sekarang membungkuk padanya sambil minta maaf.
Perubahan suasana hati anak ini seperti rollercoaster. Kadang naik dan kadang turun.
Dia membuang puntung rokok ke tempat sampah, dan menatap anak tersebut. Dia tidak bisa menyalahkan anak ini karena masuk sembarangan, dia pun lupa mengunci pintu bilik dan beginilah jadinya.
Anak ini pun tidak sengaja dan terlihat terburu-buru. Jadi, dia maafkan kali ini.
"Tidak masalah. Kau bisa pergi."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)