Kim Gimyung, murid kelas tiga SMA Jaewon ini setelah sekian lama akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
Hampir satu semester lamanya dia menumpang hidup di rumah Sinwoo, menjadikan statusnya sebagai tuan muda sejenak terlupakan.
Rumah, atau bisa kita katakan sebuah mansion mewah bergaya arsitektur kuno Korea yang masih dijaga keautentikan nya.
Mansion ini sudah berdiri lama sekali, tempat tinggal keturunan bangsawan yang masih berada dalam garis keturunan yang sama dengan keluarga Kim.
Itulah kenapa keluarga Gimyung masih sejahtera dengan seluruh kekayaannya hingga saat ini.
Namun hanya sebagian orang yang tahu bahwa kekayaan keluarga Gimyung bukan berasal dari uang yang didapat secara bersih saja.
Konon di sekitar perumahan elit ini, terdapat markas suatu kelompok mafia terkenal bernama G-Fist, yang sudah berdiri selama beberapa dekade dan hampir melahap segala jenis bisnis di Ibu Kota.
Kelompok ini secara diam-diam menjadi pendukung para pembisnis dan pemerintah sebagai sponsor terpercaya mereka.
Semua orang di kalangan kedua profesi ini sangat ingin tahu siapa pemimpin G-Fist dan ingin memeluk paha emasnya untuk mencari keuntungan bagi mereka sendiri.
Dan bagi mereka yang sudah tahu, ada perjanjian rahasia yang tidak boleh dilanggar hingga kabar pemimpin ini tidak bisa tersebar lebih luas lagi.
Termasuk Gimyung yang ternyata cuman tahu bahwa pemimpin kelompok mafia G-Fist hanya seorang Ketua dari perusahaan energi bernama Kim Group.
Menyusuri lorong panjang dengan langkah ringan. Wajahnya yang sebenarnya tidak begitu buruk seperti ucapan Daniel, malah, cukup tampan, hanya saja, cara berpakaiannya tidak pernah modis, terlihat sumringah dan lengkungan di bibirnya tidak pernah surut.
Setelah menyimpan janji dengan Hyungseok tadi, Gimyung sangat amat senang hingga dia rela pulang ke rumah untuk menunjukkan berita baik ini pada keluarganya. Tidak perduli dengan delikan tajam dari calon kakak ipar yang berwajah gelap sampai bisa melubangi belakang kepalanya, dia sudah kepalang luar biasa gembira.
Tak lama, seorang pria tua dengan setelan pelayan hitam putih tampak sangat rapih dan berwibawa. Wajahnya ramah dan terus menunjukkan senyum melengkung yang membuat siapa saja merasa tenang.
"Tuan Kecil, Tuan Besar dan Nyonya sedang berkumpul di ruang keluarga. Mari saya antar."
Gimyung menyapa Kepala Pelayan dengan semangat, membuat pria tua yang sudah mengabdi selama hidupnya dengan keluarga Kim cukup terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.
Apa yang membuat tuan bungsu nya ini terlihat begitu senang?
Kepala Pelayan mengingat ketika Gimyung masih kecil, tuan kecil nya ini akan tersenyum lebar hingga matanya menyipit ketika mendapatkan mainan kesukaannya.
Setelah memasuki sekolah menengah pertama, tuan kecilnya semakin jarang menunjukkan ekspresi seperti ini.
Gimyung tidak menunggu sampai Kepala Pelayan ini menuntunnya, dia sudah tahu seluk beluk rumah orang tuanya. Hanya butuh beberapa belas menit hingga dia sampai di tempat orang tuanya.
Srek!
"Ayah, ibu. Aku pulang!"
Yang ada di dalam langsung menoleh ke arah pintu.
Sebelumnya, satu pria paruh baya dengan tubuh berisi dan satu wanita paruh baya langsing sedang mengobrol dengan harmonis. Setelah kedatangan Gimyung, mereka berdua tersenyum menyambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)