15

234 21 21
                                        

Hyungseok memandang bingung kepergian Jay yang tiba-tiba, lalu melirik Daniel yang seakan merasa lelah.

"Kenapa dengannya?"

Daniel hanya bisa diam memandang adik kembarnya. Mendadak merasa bahwa adik manisnya ini agak menyebalkan karena kurangnya kepekaan nya terhadap lingkungan sekitar.

"Kamu masih bertanya kenapa?" Daniel menyentil dahi Hyungseok, merasa gemas sendiri dan pergi tanpa menjawab. Merasa malas juga bertanya tentang hubungannya dengan Yoojin.

Hyungseok mengaduh, dahinya tidak sakit tapi tetap saja terasa. Memandang sengit kakak kembarnya. Ingin menyusulnya dan membalas dendam, tapi seketika berhenti dan berbalik.

Mengingat bagaimana terkejutnya Jay ketika melihat mereka berdua tadi sampai-sampai pergi dengan raut kecewa.

Bertanya-tanya apa yang sebenarnya pemuda irit (tidak pernah) bicara itu tiba-tiba berekspresi seperti itu.

Tidak ada penjelasan secara rinci tentang Jay di cerita aslinya. Yang dia tahu, Jay adalah putra bungsu keluarga konglomerat Hong, ayahnya adalah Ketua Hong Group yang bisnisnya mencakup hampir semua jenis pasar yang ada.

Jujur, dibanding bisnis milik Yoojin yang berdiri sendiri, bisnis keluarga Janghyun dan Lee Jihoon selaku tokoh utama dengan latar belakang yang hebat. Tidak ada apa-apa nya dibanding keluarga Hong.

Jay adalah tuan muda yang sebenarnya di cerita ini.

Tidak ada keterlibatan Jay dengan tokoh utama yang membuatnya yang awalnya misterius semakin sulit mendapatkan informasi dari nya.

"Tunggu...."

Jika tidak ada yang bisa dia ulik dalam cerita "Warna Di Matamu", Hyungseok bisa mencarinya di webtoon nya. Memikirkan sifat Jay, dia hanya dekat dengan Hyungseok badan kedua. Jika Hyungseok meminta sesuatu padanya, pemuda pirang itu akan dengan senang hati menolongnya dengan segala hal yang dia punya.

Hyungseok badan kedua, bukankah kondisinya mirip dengan kakak kembarnya?

Tubuhnya lebih atletis darinya, lebih tinggi darinya, dan juga, dia tidak bisa mengelak jika kakaknya lebih tampan darinya.

Efek porsi tubuh yang tidak setara ini menjadikan Hyungseok (dirinya sendiri) lebih terkesan manis dibanding tampan.

Memikirkan hubungan keduanya, di dalam cerita ini, keduanya adalah sahabat dan sangat dekat. Meski Zin ikut bergabung dengan mereka, tetap ada semacam sekat tak kasat mata yang memisahkan sisi Zin dengan kedua orang itu. Seperti, mereka sengaja melakukannya untuk memperlihatkan sesuatu yang tersembunyi di hati mereka.

Seperti, seperti—

"Hah? Apa jangan-jangan....Gak mungkin, kan?"

Hyungseok menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Memandang dua sisi arah berlawanan dimana Daniel dan Jay pergi barusan. Matanya menyiratkan tatapan aneh, bibirnya membentuk seringai hingga delapan gigi nya terlihat.

Di tempat parkir yang semakin sepi, Hyungseok cengengesan seorang diri. Sampai seseorang yang lewat merasa jantung nya hampir copot karena terkejut dengan penampakannya yang agak horor di matanya.

Berjalan memasuki gedung sekolah, Hyungseok sudah bisa menebak dan tebakannya pastilah benar.

Yang tadi, Jay sudah jelas terlihat cemburu hingga kecewa setelah mendengar Daniel membicarakan rasa suka terhadap orang lain selain dirinya. Dia yakin, pria pirang itu pasti salah dengar dan menyangka Daniel sedang suka sama seseorang selain dirinya. Untuk itulah Jay pergi tiba-tiba dengan kecewa.

Lalu kakaknya, dia tadi terlihat panik tapi bertingkah seolah tidak perduli dan pergi begitu saja.

"Kayaknya mereka lagi bertengkar, deh...." Gumamnya penuh perhitungan, kemudian terkekeh sambil menutup mulutnya senang.

𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang