Hyungseok akhirnya terjatuh ke dalam air danau buatan.
Karena keterkejutan nya akibat perubahan mendadak dari darat menuju air, Hyungseok tidak bisa berpikir dengan cepat.
Tubuhnya melayang dan turun perlahan ke dasar air. Pandangannya kabur oleh sekumpulan air yang bergelombang karena tekanan dari tubuhnya yang mendadak jatuh ke air. Termenung selama beberapa saat, di malam yang gelap, tubuhnya yang terentang dan arah pandangnya yang ke atas, hanya mampu menemukan cahaya redup dari bulan.
Ketika otaknya mulai bekerja kembali, hal pertama yang ingin dia lakukan adalah berusaha berenang ke permukaan danau. Namun ketika dia hendak menggerakkan tubuhnya, kepalanya tiba-tiba berdenyut sakit. Rasa sakit itu tak tertahankan, hingga membuatnya hanya mampu meringis sambil menekan kepalanya dengan kedua tangannya.
Ingatan asing muncul seperti tumpukan kaset rusak, menumpuk dan menjadikan rekaman acak yang menayangkan ratusan episode berbeda sekian detiknya.
Termasuk rasa familiar tentang ruangan putih tanpa jendela dan pakaian putih sebelumnya. Semua itu menjadi semakin jelas ketika ruangan putih itu semakin memasuki ingatannya seperti ribuan serangga merayap di kepalanya.
Terasa ngilu, terasa sakit.
Hyungseok tidak tahan dan tubuhnya terus meluncur ke bawah.
Dia mulai kehabisan napas.
Hyungseok tidak bisa mati karena tenggelam seperti ini. Menguatkan dirinya sendiri, memandang ke atas di mana permukaan danau berada. Menahan rasa sakit di kepalanya serta ingatan asing namun familiar yang terus menerus memenuhi kepalanya, menggerakkan tangan dan kakinya untuk berenang ke permukaan.
'Untung aja aku pernah belajar berenang gaya dada!'
Dengan keahliannya yang pas-pasan, Hyungseok berusaha mempraktekannya meskipun napas hampir diujung.
Ketika dia berhasil melakukan beberapa kali, gelombang air datang dengan keras di permukaan danau. Pandangannya masih kabur namun dia bisa melihat sekelebat sosok gelap menghalangi sinar redup bulan yang awalnya kecil menjadi semakin besar.
Hyungseok menyadari bahwa itu adalah tubuh seseorang. Yang berenang dengan cepat, mendekatinya dengan gaya renang dada yang lebih profesional dibanding miliknya.
Sosok itu tampak tidak asing. Dia ingat seseorang pernah memakai pakaian mahal itu, dia juga ingat, beberapa waktu lalu, dia juga pernah mengobrol dengannya. Rambut pirang nya berkibar hingga mata biru yang biasanya tampak seperti langit di atmosfer langsung berubah menjadi sedalam lautan.
Wajah yang biasanya tidak menunjukan ekspresi yang jelas, kini terlihat panik. Memandangnya dengan kerutan di wajahnya mencoba untuk membelah air agar bisa mendekatinya.
Hyungseok berhenti berenang. Kepalanya yang sakit, tidak lagi terlalu menyakitkan. Sekumpulan ingatan itu juga mulai berhenti berputar di otaknya. Fokusnya sekarang telah tertuju pada pemuda Hong di sana sepenuhnya.
Ketika tubuhnya yang tanpa beban tertarik ke atas, sebuah rengkuhan dari kedua tangan Jay yang seharusnya dingin, entah kenapa terasa hangat di hatinya.
Di saat dirinya berusaha seorang diri beberapa saat sebelumnya, dirinya gagal. Dan ketika dia meminta tolong kepada siapapun di dalam hatinya, akhirnya, seseorang menolongnya tanpa terduga.
Hyungseok meraih leher Jay, memeluknya dengan erat. Jay tidak menunggu lama, memeluk Hyungseok dengan satu tangannya, sementara satu tangannya yang lain serta kedua kakinya dengan sekuat tenaga mendorong mereka berdua ke atas.
Prosesnya cepat dan pasti, yang akhirnya membuat mereka berdua bisa bernapas lega di permukaan danau.
Hyungseok yang sangat kekurangan oksigen, cepat-cepat meraup semuanya ketika mampu melakukannya. Membuatnya tanpa sengaja tersedak dan terbatuk-batuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)