Ada keheningan lagi di udara. Hanya menyisakan riuh rendah di meja-meja kios dari para pelanggan serta denting alat makan.
Ketiganya sudah selesai mencuci, Sinwoo segera bergegas ke dapur dan mulai memasak kembali, meninggalkan kedua anak muda di tempat semula mereka duduk tadi. Kondisinya sudah rapih dan keduanya duduk berhadap-hadapan. Enggan bersuara sekedar memecah obrolan.
Ada keraguan di waja Gimyung, mengintip malu-malu Daniel.
Pemuda Park yang sibuk dengan ponsel merasakan mata panasnya dan kembali emosi. Berusaha menahan kemarahannya sambil mengatur napasnya. Menatapnya dengan sikap permusuhan yang kentara.
Dia masih tidak terima dengan sikap sembrono pemuda ini tadi.
"Ngomong!"
Gimyung sedikit bergetar ketika mendengar nada menyuruhnya. Sedikit kesal juga karena Daniel benar-benar orang yang pemarah. Namun ia tidak bisa melakukan apa-apa bahkan sekedar memprotes.
Lalu, "Kakak ipar-" Ada delikan tajam yang membuatnya meralat omongannya. "Kenapa kau gak suka aku memanggilmu kayak gitu?"
Pemuda Kim bingung dan juga penasaran.
Karena sepertinya, Daniel terlihat lebih perhatian dengan saudaranya dibanding biasanya. Malahan, sikap masa bodo pemuda ini menghilang dan berubah menjadi begitu bebal.
Sudah pasti, Daniel sangat mementingkan Hyungseok.
Tapi, Gimyung tidak terima dia dipukul mundur begitu saja bahkan sebelum dirinya berjuang. Sama sekali tidak ada restu kakak ipar untuknya. Padahal dia pikir hubungan pertemanan di antara mereka cukup erat. Setidaknya Daniel seharusnya memberinya muka padanya.
Daniel mendelik, "Mana mungkin aku biarin adikku jalan sama kau. Ogah!"
Gimyung menggerutu di dalam hati, "Alasanmu gak berbobot-"
"Selain kekayaan orang tuamu. Kau itu gak punya apa-apa buat dibanggain. Selain bodoh aku gak suka mukamu yang jelek. Kau juga gak punya pekerjaan sekarang, udah jelas kau itu miskin."
Gimyung langsung tertohok dengan ucapan menyayat hati ini. Citranya ternyata sangat tidak bagus di mata Daniel selama ini.
Rasanya ingin membantah bahwa dia tidak kerja karena masih sekolah. Tapi urung ketika mengingat pemuda di depannya yang lebih muda darinya ini juga masih sekolah, tapi masih bisa mendapatkan uang yang besar tanpa banyak usaha dengan usahanya sendiri.
Sementara dirinya, Gimyung tidak ingin mengatakannya karena selama ini dia hanya menerima uang saku dari orang tua dan kakaknya.
Dia juga ingat, dia memang bodoh dalam akademis. Alasannya sederhana, dia malas belajar. Jadi dia tidak membantah alasan ini juga.
Tapi kalau ketampanan, Gimyung beneran tidak terima. Menurutnya, wajahnya cukup lumayan dan bisa dijajarkan dengan beberapa idola papan atas. Kenapa Daniel begitu menentang wajahnya dengan muka jijik tadi?
Daniel tidak peduli dengan gerutuan Gimyung di depannya.
Meski dia begitu menentangnya seperti ini. Bukan berarti dia tak paham dengan perasaan Gimyung.
Dia mengenal pemuda Kim ini selama beberapa tahun dan tahu bagaimana sifatnya selama ini.
Setelah Sinwoo mundur dari jabatan Pemimpin Big Deal setelah menikah. Posisinya otomatis diambil oleh Gimyung dengan lancar tanpa hambatan.
Alasannya sederhana. Semua anggota Big Deal sangat mempercayai Gimyung dengan akan setia mengabdi padanya. Tidak ada satu pun anggota yang ragu padanya dan akan menemaninya di sisinya sebagai adik-adik yang patuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)