"Hyungseok."
Anak gemuk berkulit putih itu berbalik, menemukan Park Jiho berlari ke arahnya. Lalu tersenyum menyapa, "Jiho. Selamat pagi."
Park Jiho sedikit terengah-engah, tapi membalas senyumannya tak kalah sumringah. Kacamatanya sedikit melorot membuatnya harus meluruskannya. "Selamat pagi juga, Hyungseok."
Keduanya berjalan bersama ke kelas. Mengobrol seputar pelajaran dan pekerjaan rumah mereka.
Jiho melirik Hyungseok yang tinggi tidak terlalu berbeda dengannya dengan ragu. Membuat anak gemuk itu menyadarinya dan bertanya lebih dulu.
"Ada apa Jiho?"
Jiho menggaruk pipinya, "Kamu kayaknya belakangan ini udah jarang sama Janghyun, ya?"
Hyungseok, "...Oh, ya...begitu, deh."
Jiho: "Apa kalian sedang bertengkar?"
Hyungseok menatapnya sebentar lalu menunduk, dia menggeleng pelan: "Aku gak tau. Tapi kayaknya, Janghyun lagi ada masalah pribadi dan sedang ingin sendirian aja untuk sekarang. Jadi aku juga nggak enak buat ganggu dia."
Jiho ber'oh'ria sambil mengangguk paham. Dia tidak lagi bertanya lebih lanjut.
Sebenarnya, Hyungseok sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dengan Janghyun setelah dia membolos selama satu minggu ini.
Kali terakhir mereka berinteraksi adalah saat dia berkunjung ke rumahnya untuk pertama kalinya. Saat itu, Janghyun pergi begitu saja seolah mendadak mendapat masalah hingga reaksinya terlihat tidak begitu baik.
Bahkan mengabaikan pesan dan telepon darinya selama ini. Tanpa kabar selama seminggu, kemudian tiga hari yang lalu, Janghyun baru sekolah lagi.
Tapi sikapnya.....
Hyungseok merasakan perasaan dingin yang tak bisa dia tebak darinya. Ketika dirinya senang karena bisa berjumpa lagi dengannya, Janghyun malah seolah mengabaikannya dengan wajah dingin.
Ada sebersit rasa keterasingan yang belum pernah ditunjukkan padanya selama mereka berteman dari taman kanak-kanak sampai SMP ini.
Janghyun seolah berubah menjadi orang yang berbeda.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Janghyun?
*
Sekolah sudah selesai beberapa menit yang lalu. Hyungseok membereskan barang-barangnya sebelum melihat pintu masuk kelas.
Biasanya, jika Janghyun selesai kelas lebih dulu, dia akan menunggu di sana sambil memandangnya dengan senyuman cerahnya. Tapi sekarang, sepertinya itu tidak akan terjadi.
Hyungseok diam-diam mendesah dalam hati. Kelas sudah kosong sedari tadi, hanya dirinya yang tersisa di sana.
Entah sejak kapan, akhir-akhir ini dia merasa kosong.
Melewati koridor sekolah, Hyungseok memperhatikan banyak murid yang sama-sama akan pulang. Hanya saja, mereka terlihat bersenang-senang dan mengobrol bersama.
Dulu, Hyungseok senang mengobrol dengan Janghyun seperti ini. Kadang sebelum pulang, mereka akan singgah sebentar ke toko alat tulis atau makan jajanan kaki lima di dekat sekolah.
Langkahnya yang pelan mendadak berhenti.
Hyungseok tanpa sadar melonggarkan tangannya yang memegang tali tas dipundaknya. Mulutnya sedikit terbuka merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depannya, lalu menggigitnya.
Di depannya, Janghyun yang bersikap dingin padanya, terlihat bisa akrab juga dengan orang selain dirinya. Mengobrol dengan santai sambil merangkul seseorang dan kadang tertawa setelah mendengar lelucon dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)