Hyungseok menatap sekeliling balai kota dengan gugup, mencari keberadaan mereka yang katanya sudah menunggu di sekitar sini.
Tempatnya cukup ramai, anak manis itu agak khawatir dengan dirinya sendiri di tengah keramaian seperti ini. Tapi untungnya, dia terselamatkan ketika seseorang memanggil namanya di kejauhan.
Itu Mijin dan Zin.
Gadis itu melambai kepadanya, sementara Zin hanya memandangnya di dekat Mijin.
Ketika Daniel menyarankan untuk bergaul dengan kedua orang ini, Hyungseok awalnya menolak karena merasa dia tidak pada tempatnya.
Mengenai gosip semua orang, Mijin dan Zin sudah kenal sejak kecil dan merupakan sahabat baik. Namun banyak orang berspekulasi tentang hubungan mereka, dan pihak yang digosipkan sama sekali tidak membantahnya.
Melihat keraguan itu, Mijin tertawa lucu. Menjelaskan bahwa dirinya dengan Zin bukan merupakan hubungan seperti itu, malahan, mereka sama sekali tidak tertarik dengan lawan jenis.
Dengan kata lain, keduanya punya seksualitas yang berlawanan.
Mijin suka perempuan dan Zin.....
Zin tidak mengatakan apa-apa, tapi dengan ucapan Mijin, memang keduanya tidak menyukai satu sama lain dengan cara yang romantis.
Hyungseok cukup terkejut, Mijin ternyata belok. Namun hanya mengangguk dalam diam tanpa mengomentarinya lebih jauh. Membuat Mijin yang siap mendengarkan komentarnya merasa tak terduga.
Setiap Mijin bilang orientasi seksualnya kepada seseorang, banyak sekali pandangan beragam di sekitarnya. Kebanyakan dari mereka bingung dan merasa tidak nyaman, ada juga yang berkata dengan jijik sampai menyarankan untuk segera bertobat.
Mijin sudah terbiasa dengan situasi seperti itu. Tapi tidak menemukannya pada Hyungseok. Dia hanya berkata 'mengerti' lalu tidak melanjutkan pembicaraan tersebut lagi.
Gadis itu tersenyum senang. Memang, Hyungseok adalah orang yang baik. Melirik Zin yang juga diam-diam merasa lega di matanya dan berusaha terlihat acuh tak acuh.
Mijin pun menyeret mereka berdua ke mall yang tak jauh dari sana. Menyeret keduanya di antara kedua tangannya.
Gadis cantik itu punya ide yang menurutnya brilian. Sesuai dengan janji mereka bertiga, dia ingin merubah penampilan Hyungseok. Dari yang sebagai 'Anak Manis Kutu Buku' menjadi 'Anak Manis Kutu Buku yang Modis'.
Berkeliling di dalam mall, Mijin memimpin mereka berdua ke berbagai tempat kecantikan. Yang pertama, ke salon.
Gadis itu meminta kepada tukan salon nya untuk merombak gaya rambut Hyungseok supaya lebih enak dipandang.
Begitu hasilnya keluar, Mijin sangat terpukau dan antuasias. Dia tanpa ragu memuji Hyungseok dari gaya rambut barunya dan mata jernih seperti manik-manik miliknya.
Bahkan Zin....
Dia tanpa sadar melamun setelah melihat penampilan baru Hyungseok. Ketika sadar, dia reflek berdehem dan memujinya setengah-setengah.
"Ehem, lumayan...."
"Kan~" Timpal Mijin bangga.
Sementara orang yang dipuji hanya bisa menunduk malu. Wajahnya seperti ditaburi pemerah pipi.
Memang benar, penampilan Hyungseok kali ini lebih segar dan lebih enak dipandang.
Sehari-harinya, matanya selalu tertutup poni, kini poni itu dipotong di atas alis. Membuat seluruh wajahnya terpampang jelas. Tidak ada bentuk kesuraman yang selama ini ditampilkan olehnya sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)