Mijin, gadis cantik itu tanpa ditemani siapapun berjalan ke kelas Hyungseok. Mengintip dari balik pintu, dia berusaha mencari sosok anak gemuk yang ingin dia jumpai.
Ketika melihatnya, senyumannya merekah dan memanggil namanya: "Hyungseok!"
Semua orang yang ada di sana reflek menoleh, menemukan salah satu siswi tercantik di SMP tersebut yang ternyata sedang mencari seseorang yang tidak diduga-duga.
Hyungseok yang duduk sendirian di tengah kelas, tengah fokus membaca ulang pelajaran sebelum bel masuk sekolah berbunyi, menoleh.
Cukup terkejut menemukan Mijin di sana.
Mijin pun menarik Hyungseok untuk duduk di taman sekolah tidak jauh dari kelas Hyungseok.
Anak gemuk itu menatapnya dengan tanda tanya tercetak jelas di wajahnya. Menunggu gadis itu mengutarakan niatnya mencarinya.
Mijin tersenyum, terlihat dia sedang meneliti dari ujung kaki sampai ujung kepala Hyungseok. Wajah seriusnya terkadang mengangguk seolah memahami sesuatu.
Hyungseok yang ditatap seperti itu cukup risih tapi tetap diam di tempatnya. Dia tahu Mijin adalah gadis baik, dia adalah teman masa kecilnya Zin, sekaligus teman sekelas Daniel.
Memikirkan kakak kembarnya, kekesalan Hyungseok kemarin lusa sudah hilang dan sekarang dia merasa bersalah karena marah-marah dengan kakaknya dan kedua orang tuanya.
Meski ayah dan ibunya tidak membicarakannya di rumah dan bersikap seperti biasanya, dia tetap merasa kedua orang tuanya bersikap hati-hati terhadapnya.
Dia tahu mereka ingin mengatakan sesuatu tentang kemarin lusa tapi takut menyinggung perasaannya lagi.
Daniel pun kembali tidak pulang ke rumah. Sudah jelas ingin menjauh sejenak sampai perasaannya membaik.
Melihat raut menekuk Hyungseok, Mijin tanpa sadar terkekeh, membuat anak gemuk itu tersadar dari lamunan dan tersenyum malu.
"Kenapa tertawa?" Meski dia mengenal Mijin, keduanya tidak terlalu akrab.
Mijin: "Gak apa-apa. Cuman kamu keliatan gemesin kalau cemberut kayak gitu."
"Gemesin?" Hyungseok tidak pernah mendengar seseorang selain keluarganya menyebutnya seperti itu.
Eh, ada. Janghyun selalu mengatakan bahwa dia lucu atau menggemaskan suatu waktu. Tapi sekarang.....
Kembali dia tanpa sadar menekuk wajahnya lagi. Mijin menyadari nya, berpikir tentang pembicaraannya dengan Zin soal Hyungseok dan mulai mengatakan maksudnya.
"Aku dengar, kamu mau diet tapi khawatir tentang kesehatanmu?"
Hyungseok mendongak, terkejut: "Kok kamu tau?"
Mijin: "Zin bilang kalau Daniel terus ngeluh sama dia hampir sepanjang waktu. Dia bilang, Daniel khawatir tentang kamu dan terus bertanya bagaimana ngelakuin diet yang sehat."
Hyungseok berkedip, tidak menyangka, kakak kembarnya akan bersikap seperti ini hanya karena keluhannya tersebut. Dia bahkan merasa panik dan terus mencari caranya dalam diam.
Tanpa sadar menggigit bibirnya, kembali merasa bersalah.
Mijin melanjutkan: "Kamu punya badan yang gampang gemuk, kan?"
Hyungseok mengangguk, lalu Mijin berkata: "Aku sebenarnya punya cara yang lebih baik untuk kondisi badan kayak kamu."
Terdiam setelah mendengarnya, Hyungseok dengan ragu berkata: "Apa kamu juga kayak aku—"
"Enggak! Aku sama sekali gak kayak yang kamu maksud, kok!"
"Eh?" Hyungseok terkejut, Mijin tiba-tiba memotongnya dengan intonasi tinggi. Melihat senyuman nya yang agak aneh, matanya yang bulat memandangnya seperti....terasa agak menyeramkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]
Fiksi PenggemarCover & art, story by Virgoeminie BL, fanfiction, School Life, Transmigrasi-Reinkarnasi Hyungseok Harem (?) Sinopsis: Setelah kematiannya, Vino Kim masuk ke dalam tubuh Park Hyungseok yang berperan sebagai karakter antagonis dalam cerita AU Jihoon d...
![𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]](https://img.wattpad.com/cover/333206669-64-k193144.jpg)