32

348 21 9
                                        

Mereka berkumpul pada akhirnya setelah acara ulang tahun telah selesai. Dalam ruangan tertutup, pemandangan empat kubu bersebrangan membentuk persegi.

Choi Dongsoo memimpin masalah ini karena dia yang tidak terlibat dalam insiden tersebut sekaligus pemilik mansion.

Setelah Hyungseok, korban tenggelam telah sampai, ada sedikit waktu yang tertunda karena pemuda manis itu terlalu terguncang di pelukan ayahnya. Untung saja dia tidak terlalu larut dalam kesedihan karena wajahnya sudah tidak karuan.

Melirik semua orang, Tetua Hong, yang anaknya mendadak membuat kejadian menghebohkan setelah pamit darinya, hanya bisa menggeleng dalam hatinya. Tetua Jang terlihat berusaha bersikap tenang, tapi raut wajahnya yang gelap tidak bisa ditutupi. Di sampingnya, Janghyun duduk dengan kepala menunduk.

Meski dia terlihat seperti pelaku yang merasa bersalah, Tetua Hong selalu mudah menebak ekspresi seseorang, apalagi anak muda sepertinya. Ekspresinya yang tersembunyi di balik rambutnya, tersimpan makna berbahaya yang terasa aneh.

Tetua Hong tidak merasa bahwa anak semata wayang Tetua Jang ini sederhana. Dan penasaran dengan tiga garis luka di wajahnya.

Lalu beralih keluarga Park.

Keluarga ini bukan pengusaha atau dari keluarga terpandang. Namun akhir-akhir ini, nama Park Jinyoung cukup melejit karena kinerjanya sebagai Profesor di bidang bedah trauma. Menjadi Kapten dari semua dokter di bidang tersebut dan membawa TJ Hospital menjadi rumah sakit yang paling unggul dalam beberapa bulan selama dia menjabat di sana.

Keahliannya dalam menangani pasien trauma patut diacungi jempol.

Tetua Hong sangat menghormati pria sepertinya yang berdedikasi pada pekerjaannya.

Di pelukan pria itu, anak yang terlihat manis itu nampak meringkuk. Wajahnya yang sembab tidak lagi menangis, tapi ada semacam kerinduan aneh yang tercampur rasa bersalah yang kuat. Berusaha menekannya dan bersikap baik di sisi ayahnya.

Tetua Hong agak bingung, seharusnya, anak manis ini akan merasa takut atau marah dalam keadaan seperti ini. Tapi dia tidak menemukannya di wajahnya.

Melirik Jay, putra bungsunya di sampingnya, Tetua Hong tanpa sadar menghela napas, mendadak merasa lelah dan merasa tua.

Seolah memandang harta berharga yang bernilai tinggi, namun rapuh dan hampir hancur, Jay seolah menatap anak itu dengan penuh kehati-hatian. Ada gurat khawatir, tetapi ada kegelisahan dan kemarahan di sana.

Padahal, si bungsu ini lebih mahir menutup dirinya sendiri dibanding si sulung. Namun kali ini, dia kembali gagal dan gagal lagi ketika menyangkut anak itu.

Tetua Hong berpikir sejenak.

Karena ini pertama kalinya si bungsu menunjukan keinginannya di depannya untuk pertama kalinya, apa dia harus memperhitungkan kelayakan Keluarga Park?

Dia sedikit memeriksa salah satu dari putra Jinyoung dan berpikir bahwa anak ini patut diperhitungkan untuk masuk ke perusahaan dengan rekomendasinya.

Choi Dongsoo berdehem, memulai pembicaraan di antara mereka.

Meminta asistennya yang selalu berdiri di belakangnya memintanya menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan.

Pertama-tama, dia meminta maaf terlebih dahulu karena masalah yang terjadi kali ini terjadi di kediamannya. Maka dia akan memberikan kompensasi yang layak untuk korban.

Keluarga Park tidak menyalahkan Dongsoo atas masalah ini. Kelalaian yang mengakibatkan putra mereka terjatuh adalah milik mereka dan merekalah yang seharusnya meminta maaf karena telah mengganggu momen bahagia ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐖𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐦𝐮 [𝐇𝐲𝐮𝐧𝐠𝐬𝐞𝐨𝐤]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang