"Yorka, (Nama) ambil posisi, aku akan memotret kalian."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yorka mencebikkan bibir, memegang kerah kemejanya, "Professor, lambda sudah jatuh miskin apa bagaimana? Baju yang kami kenakan terlalu longgar!" Ia menunjukkan seberapa longgarnya pakaiannya. Anak itu menoleh pada anak perempuan di sampingnya, "kan, (Nama)?" menuntut suara serentak dari sang pemilik nama yang dipanggil.
Professor wanita tersebut melotot, "diam kalau tidak ingin kutelanjangi," ia menekan kalimatnya. Kesal sekali jika ia dihadapkan dengan kedua bocah ini, 'harusnyaSmeesaja yang mengurusmereka!'
──ingin bilang begitu, tapi Smee sendiri sudah di tempatkan untuk mengurus produk paling jenius, ah yasudahlah.
"──begitu katanya, Yorka," jadi diam saja. (Nama) menyahut sekenanya, berdiri di samping Yorka dengan satu tangannya yang memegang tangan little bunny.
"Tch."
Gloriem menunjuk Yorka, "mendecih tidak akan membuatmu kejatuhan uang dari langit, bocah, cepat ambil posisimu."
Yorka akhirnya berdiri dengan postur yang terkesan ogah-ogahan, "dasar galak," gumamnya.
(Nama) yang mendengar gumaman Yorka turut menyahut dengan bergumam, "tidak, dia itu sinting."
"Ah, kalau yang itu 99% benar."
"CK, AH, DASAR BOCAH-BOCAH MENYEBALKAN!!" professor itu akhirnya menjerit histeris, saking emosinya.
Yorka terkikik, "Habisnya professor tidak jelas, tiba-tiba menyuruh kami memakai pakaian longgar seperti ini, pakaian piyama yang biasa kami kenakan jelas jauh berbeda dengan kemeja ini."