Seburuk-buruknya manusia tidak akan memakan anak keturunannya──
...James Ratri adalah tipe manusia yang seperti itu.
"Aku ingin menjadi ayah."
"Jika dia laki-laki, namanya Marvin. Tapi jika dia perempuan maka namanya Minerva."
Percayalah, tidak ada rasa penyesalan dari Gloriem yang memaksa kelahiran anak-anak dari pria yang bahkan sudah tiada itu.
Tapi bukan berarti Gloriem tidak merasa bersalah.
────·•·────
Katanya...
Alam Semesta begitu mencintai anak-anak. Semua anak-anak terlahir di dunia untuk dicintai, itu adalah hal lumrah.
Lantas──
...kenapa Neverland tidak mencintai anak-anak?
Neverland itu, secara sederhana adalah kandang ternak.
Kandang dimana para ternaknya menunggu untuk disambelih sebagai makanan pokok. Manusia yang secara tersirat adalah penguasa rantai makanan secara tidak resmi itu adalah.. spesies ternaknya.
Neverland itu rumah kaca.
Sangkar dan status termangsa yang merantai kaki itu seolah berusaha membunuh bahkan sebelum mati sungguhan.
Berkali-kali sudah kulihat bagaimana berbagai jenis tumbuhan yang ada di rumah kaca Neverland dirawat semena-mena lalu dicabut dari tanah begitu saja.
Yang ada di balik kaca tebal itu.. apakah manusia sungguhan?
Ukuran tubuh mereka bervariasi, tumbuh tidak sempurna. Kemampuan berpikir pun tidak mereka miliki.
Gloriem bilang kalau mereka itu adalah kloningan- katanya, mereka tidak bisa disebut sebagai manusia, karena mereka tidak terlahir dari embrio.
Kloningan dari Adam yang tak sempurna.
Tapi mereka bernapas. Mereka bergerak. Kuyakin pula mereka memiliki perasaan meskipun tidak berpikir dan berbicara.
Lantas apa bedanya mereka dengan hewan? Saat itulah baru kusadari,
Ah──
...ternyata musuh terbesar dari manusia adalah manusia itu sendiri.
Hanya manusia-lah yang kelak akan menjadi kiamat untuk manusia lainnya.
Dan yang terakhir.
Neverland itu adalah tanah dimana manusia tidak akan bisa menyebut dirinya sebagai manusia.
──
Makadari itu,
...aku akan menghancurkan Neverland.
──seringaiku melebar, "Checkmate."
Tak-!
Bidak terakhir kugerakkan, permainan ini berakhir. Ini kemenanganku, lagi.
Aku bertopang dagu pada punggung tanganku, dengan siku di atas meja bidak raja hitam yang kumiliki dengan sengaja menyenggol bidak raja putih hingga jatuh menggelinding diatas papan catur.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐑𝐔𝐓𝐀𝐋𝐀─ 𝐩𝐫𝐨𝐦𝐢𝐬𝐞𝐝 𝐧𝐞𝐯𝐞𝐫𝐥𝐚𝐧𝐝
Fanficrandom-up. x Reader. Rembulan, Dialah Sang keindahan di tengah misteri kelam nan sepi. Arutala © dwiyshren Promised Neverland © Kaiu Shirai/ Posuka Demizu · Just in case, manatahu ada yang bertanya soal credit dari beberapa art yang keliatan 'UWNSJH...
