Haruna sangat yakin dia datang untuk melamar pekerjaan, namun kenapa dia malah berakhir menandatangani kontrak pernikahan dengan seorang bos besar yang memiliki orientasi sex menyimpang?
"Selamat, Anda di terima bekerja..."
"...... Sebagai istriku."
Haruna pikir dia benar-benar telah berburuk sangka pada seseorang yang ia lihat di halte tempo hari. Dan dia mencoba untuk berpikir positif dan tidak berburuk sangka pada siapapun gara-gara sebaris pesan singkat dari Jaehyun.
Namun hari ini aura positif yang coba dia bangun di dalam kepalanya mendadak menguap. Seseorang benar-benar membuntutinya bahkan ketika dia berada di dalam lingkungan kampus.
Langit sudah tampak mendung ketika Haruna akan pulang, kebetulan hari ini dia pulang sore dan tidak banyak mahasiswa yang beraktifitas di luar. Gadis itu mulai merasakan keanehan ketika dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya namun ketika dia menoleh tidak ada seorang pun disana.
Haruna kembali berbalik dan berjalan dengan langkah cepat. Gerbang depan terasa sangat jauh saat dia sedang terburu-buru seperti ini. Dan ketika seseorang menarik tangannya Haruna nyaris berteriak.
"Taro !!" Gadis itu berseru ketika dia melihat siapa pelakunya.
"Syukurlah aku ga salah orang." Kata Shotaro.
"Ish.. ngagetin aja. Ga bisa ya ga ngikutin orang dari belakang?"
Shotaro tersenyum melihat wajah cemberut Haruna. Lelaki itu kemudian berujar.
"Kamu kelihatan lebih baik dari sebelumnya. Apa China benar-benar bagus?"
Ah.. tidak, Shotaro mungkin salah sangka. Dia tidak hidup dengan baik di China tapi seseoranglah yang membuat Haruna hidup dengan baik.
Dan tentang hal itu Haruna ragu apakah dia harus memberitau Shotaro atau tidak.
"Mm.. ya lumayan. A-aku menemukan pekerjaan yang bagus, jadi... Yah.." Haruna menengadahkan tangannya sebatas dada untuk menggambarkan dirinya sekarang.
Namun Shotaro justru tersenyum remeh. Lelaki itu kemudian memberinya tatapan seperti menyindir.
"Menjadi istri kontrak maksudmu?"
Haruna langsung melotot, bagaimana lelaki itu bisa tau?
"Ten yang memberitahuku." Lanjut Shotaro. Seolah dia bisa membaca pikiran Haruna.
"A-ah.. iya."
"Runa, kamu Taukan seberapa berbahayanya ini? Huang Renjun itu bukan orang sembarangan. Dan dia kenal Jung Jaehyun."
Haruna mengangguk dengan wajah tak berekspresi.
"Iya aku tau." Karena di Korea Renjun pernah menolongnya dari Jaehyun. Dia juga tau Renjun putra seorang bangsawan. Lalu apa?
Shotaro berdecak kemudian dia berkacak pinggang.
"Bagaimana kalau dia menyerahkan mu pada Jaehyun? Jaehyun itu licik dia bisa menghasut Renjun untuk mendapatkanmu."
Renjun menyerahkannya pada Jaehyun? Ahh... Itu terdengar mustahil. Jika Renjun memang berniat begitu, maka sejak pertemuannya dengan Jaehyun di Korea dia pasti sudah melakukannya. Tapi Renjun malah membelanya dan menolongnya.
"Itu ga mungkin." Haruna mematahkan argumen Shotaro dan membuatnya berdecak.
"Runa. Kamu ga bisa menetap di suatu tempat dalam waktu lama, Jung Jaehyun pasti akan segera menemukanmu. Kita harus pindah ke tempat lain."
"Aku ga menetap Taro, kontrakku hanya sepuluh bulan, dan ini sudah berjalan 7 bulan sisa 3 bulan lagi."
Shotaro memijit pelipisnya lalu kembali menatap Haruna tanpa ada senyuman sedikitpun di wajahnya.
"3 bulan itu terlalu lama Runa."
"I-iyaa aku tau.. tapi aku ga bisa menyalahi kontrak dengan Renjun. Aku ga bisa mengkhianatinya."
"Dia cuma memanfaatkanmu. Pernikahan kalian bukan di atas cinta tapi di atas kontrak. Cepat atau lambat dia akan membuangmu." Shotaro meninggikan suaranya hingga Haruna merasa khawatir ada orang lain yang mendengar mereka.
"Meskipun begitu aku ga bisa lari dari tanggung jawab. Aku sudah menyetujui kontraknya dan aku akan bertanggung jawab untuk itu."
'termasuk perasaanku pada Renjun, aku akan menanggung segala resikonya.' tambah Haruna dalam hati.
"Runa.. pikirkan dirimu sendiri..."
"Aku sudah memikirkannya Taro. Aku juga sudah memutuskan untuk tetap bersama Renjun sampai 3 bulan kedepan. Tolong hargai keputusanku."
Haruna melengos pergi, meninggalkan Shotaro yang tetap diam di tempatnya dan menatap kepergiannya.
Jejak kemarahan terukir di wajah lelaki itu. Dia tidak bisa melepaskan Haruna bersama laki-laki lain. Dia telah berkorban banyak hal demi gadis itu. Jadi Shotaro akan membawa Harunanya pergi apapun yang terjadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.