Haruna sangat yakin dia datang untuk melamar pekerjaan, namun kenapa dia malah berakhir menandatangani kontrak pernikahan dengan seorang bos besar yang memiliki orientasi sex menyimpang?
"Selamat, Anda di terima bekerja..."
"...... Sebagai istriku."
Krystal Huang, wanita dengan wajah tegas dan aura yang selalu terkesan gelap itu duduk tegap dengan kaki bersilang.
"Mereka sudah tidur bersama, tapi hanya tidur." Haechan duduk tegang di hadapan nyonya besarnya. Memperhatikan 2 orang maid yang menuangkan teh chamomile di depannya.
"Kau yakin?"
"Ya, Renjun yang bilang sendiri. Dia masih belum bisa menerima kehadiran wanita disisinya." Haechan berkata dengan yakin.
"Sudah kuduga, anak itu tidak akan bergerak kalau aku tidak mengambil tindakan." Krystal menghela nafas. Wanita itu mengecek pesan masuk di ponselnya sebelum kembali menghadap Haechan.
"Bagaimana dengan penyelidikannya?"
"Sejauh ini belum di temukan fakta apapun tentang kematian orang tuanya, tapi seseorang dari korea terus berusaha melacak keberadaannya."
"Siapa orang itu?"
"Aku masih belum tau, berulang kali ada hacker yang berpusat di korea berusaha membobol data kita."
Lagi-lagi Krystal menghela nafas. Wanita yang terkenal perfeksionis itu sebenarnya tidak menyukai situasi ini. Semua hal terkesan rumit sejak Haruna masuk. Gadis itu sebenarnya membawa masalah besar bagi keluarga, tentang masa lalunya, misteri kematian orang tuanya, dan orang yang berusaha mencarinya, ini semua membahayakan keluarga Huang. Namun Krystal tak bisa melepaskannya begitu saja.
Semua ini karena Huang Renjun. Hanya dengan Haruna lah Huang Renjun bisa berinteraksi dengan wanita. Krystal anggap ini adalah bayaran yang setimpal.
"Aku mau kau cari orang itu, dan apa tujuannya mengejar Haruna. "
Haechan mengangguk-angguk.
"Ahh... Ya satu lagi, jangan sampai Renjun tau."
Seorang maid mengetuk pintu ruangan Krystal dua kali. Maid itu masuk dengan membawa sebuah pouch bludru kecil berwarna hitam. Haechan terus memperhatikannya sampai pouch itu berpindah tangan ke tangan Krystal.
"Aku mau kau mencampurkan ini ke makan malam Renjun, ingat setengah saja."
Kedua alis Haechan bertemu di tengah. Lelaki itu menatap Krystal takut-takut.
"Eh.. apa itu ?"
"Obat perangsang."
Aahh... Haechan langsung tersenyum, awalnya dia kira Krystal akan meracuni putranya namun ternyata dia salah. Lagipula tidak mungkin juga Krystal meracuni putra kesayangannya.
"Pasang semua telinga di dekat kamar Renjun. Aku mau dengar kabar baik darimu besok."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Haechan.."
Lee Haechan terlihat sangat aneh hari ini. Lelaki itu terlihat lebih diam dari biasanya dan sorot matanya mencurigakan. Renjun terus memperhatikan gerak-gerik Haechan dan mengetahui fakta bahwa lelaki itu terus menghindari tatapannya.